Kemenkes: 81 Persen Kebutaan Terjadi Akibat Katarak


237 view
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Sejumlah pasien peserta Operasi Katarak Gratis bagi penderita kurang mampu, menunggu panggilan tindakan operasi, di ruang tunggu tindakan operasi RSI Sultan Agung Semarang, Sabtu (22/12).  
Jakarta Katarak menjadi salah satu penyebab terbanyak kebutaan di Indonesia. Dirjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit dr. Achmad Yurianto menyebut katarak merupakan penyebab tertinggi kebutaan sekitar 81%.

“Hasil survei Rapid Assessment of Avoidable Blindness (RAAB) oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) dan Balitbangkes di 15 provinsi yakni di Sumatera Barat, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Bali, NTT, NTB, Sulawesi Utara, Sulawesi Selatan, Maluku, dan Papua dengan sasaran populasi usia di atas 50 tahun diketahui angka kebutaan mencapai 3 persen. Dari angka tersebut katarak merupakan penyebab tertinggi sekitar 81 persen,” kata Yuri, dalam keterangan pers, Selasa (6/10).

Menurut perwakilan Perdami, Aldiana Halim di Indonesia terdapat 8 juta orang mengalami gangguan penglihatan, 1,6 juta menderita kebutaan, 6,4 juta menderita gangguan penglihatan sedang dan berat.

“Dari kasus kebutaan itu memang terbanyak disebabkan oleh katarak sebanyak 81,2 persen. Diperkirakan ada sekitar 1,3 juta penduduk Indonesia yang buta karena katarak,” tutur Aldiana.

Ia menambahkan, katarak tidak bisa lagi dilihat sebagai kasus yang biasa saja mengingat kasusnya banyak, ditambah lagi banyak juga masyarakat yang tidak bisa mengakses fasilitas kesehatan.

Gangguan penglihatan berat, sedang, maupun kebutaan disebabkan sebagian besar oleh katarak sehingga sangat reasonable kalau di Indonesia mengintensifkan operasi katarak untuk menurunkan prevalensi kebutaan dan gangguan penglihatan.

Belum lagi operasi katarak dapat membantu perekonomian masyarakat. Aldiana menambahkan jika mengoperasi seluruh penderita katarak di Indonesia dengan menginvestasikan sekitar Rp13 triliun, maka perekonomian akan tumbuh 14 kali lipatnya.

Namun demikian distribusi gangguan penglihatan ini tidak merata. Beban akan lebih besar pada daerah pedesaan dan Lansia.

Hari Penglihatan Sedunia
Hari Penglihatan Sedunia kali ini menekankan pada kepedulian semua pihak terhadap kebutaan dan gangguan penglihatan lainnya. Tahun ini Hari Penglihatan Sedunia mengusung tema ‘Mata Sehat Indonesia Maju’.

Direktur RS Mata Cicendo dr. Irayanti mengatakan katarak itu paling tinggi penyebab kebutaan dan ini bisa diatasi dengan melakukan operasi katarak.

“Ini (kasus gangguan penglihatan) yang paling banyak di Indonesia dan karena itu Indonesia menjadi salah satu negara yang tinggi angka kebutaannya,” ucap dr. Irayanti. (Lip6/a)