Peranan Patologi Anatomi Dalam Membantu Mengidentifikasi Penyakit

Oleh : dr. Jhonathan. F. Simatupang

192 view
Peranan Patologi Anatomi Dalam Membantu Mengidentifikasi Penyakit
Foto: Ist/harianSIB.com
dr. Jhonathan. F. Simatupang  

Patologi Anatomi (PA) peranannya tidak dapat dikesampingkan sebagai salah satu prosedur yang dikerjakan guna mendeteksi suatu penyakit (diagnostic), yang berguna bagi dokter dalam menentukan diagnose penyakit dan pengobatannya.


Patologi Anatomi

PA merupakan cabang ilmu kedokteran yang mempelajari pemahaman tentang abnormalitas seluler, dan molekuler yang menyebabkan timbulnya penyakit.


Pemeriksaannya melibatkan studi organ dan jaringan tubuh yang diperiksa secara kasat mata (maksroskopis) maupun mikroskopis.


Hasil pemeriksaan ini, dijadikan sebagai dasar untuk mendiagnosis penyakit, menentukan jenis perawatan atau untuk keperluan penelitian ilmiah.


Didunia kedokteran, ilmu ini sangat membantu para dokter umtuk mendeteksi banyak penyakit, mulai dari tumor, kanker, infeksi, gangguan autoimun dan lain sebagainya.


Sayangnya, di Indonesia residen atau dokter spesialis patologi sangat sulit untuk ditemukan karna tersebar dengan sangat tidak merata.


Menurut penuturan dari dr.Diah Rini Handjari selaku ketua Perhimpunan Dokter Spesialis Patologi Indonesia pada tahun 2019 lalu hanya ada sekitar 610 dokter spesialis Pa di Indonesia.


Prosedur PA

Dalam Patologi Anatomi, dikenal dua prosedur utama, yakni Histopatologi dan sitopatologi.


Histopatologi

Prosedur ini melibatkan pemeriksaan jaringan utuh yang proses pengambilannya melalui operasi atau biopsy.


Pemeriksaan ini kerap menggunakan teknik pewarnaan khusus dan tes terkait lainnya untuk melakukan identifikasi atas berbagai komponen jaringan tubuh.


Jika jaringan yang diinginkan sudah diperoleh selanjutnya dilakukan beberapa tahapan dimulai dari pengawetan (fiksasi), pemotongan makroskopis, dan pemprosesan sampai menjadi preparat.


Berikutnya, dokter akan melakukan penilaian atas pemeriksaan tersebut


Sitopatologi

Sitopatologi merupakan pemeriksaan sel yang berasal dari cairan atau sekresi tubuh.


Prosedur ini dilakukan dengan cara mengoleskan cairan sampel pada slide. Kemudian, dokter akan melihat jenis, jumlah sel, dan rinciannya di bawah mikroskop.


Umumnya, sitopatologi digunakan sebagai alat skrining yang digunakan untuk memutuskan apakah penyakit ini diperlukan tes lanjutan atau tidak. Contoh dari siopatologi adalah sputum, gastric washing, dan papsmear.


Kedua hasil atau materi pemeriksaan tersebut diatas sama sama diteliti oleh dokter spesialis patologi untuk menilai jenis penyakit, stadium/ tingkatan penyakit dan level keganasan apakah penyakit sudah menyebar atau belum.


Kapan sebaiknya tes patologi anatomi dilakukan ?


Tes ini dilakukan jika dokter yang memeriksa anda membutuhkan penilaian lebih lanjut untuk membantu memberikan informasi dalam pengambilan keputusan.

Jenis penyakit yang bisa diidentifikasi oleh PA


Tumor

Penyakit ini merupakan pertumbuhan sel yang abnormal dalam tubuh. Dokter dapat menganalisa jenis tumor apa yang ada di tubuh anda sehingga proses pengobatan dapat lebih spesifik dan terarah.


Kanker

Kanker merupakan salah satu penyakit kronis dan mematikan yang paling banyak diderita masyarakat dunia termasuk Indonesia.


Hampir semua jenis kanker bisa diidentifikasi melalui pemeriksaan patologi anatomi. Adanya laporan patologi ini membantu para dokter dalam mendiagnosa penyakit dan menemukan langkah penanganan terbaik untuk kanker yang diidap.

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com