Komunitas Youth Ranger Indonesia, Tempatnya Anak Muda Asah Potensi Diri


229 view
Foto: dok. Komunitas YRI
Komunitas Youth Ranger Indonesia. 
Bagaimana caranya mengasah potensi yang ada di dalam diri anak muda? Di era digital yang begitu pesat, kini para pemuda bisa dengan leluasa mengembangkan dirinya. Ada banyak cara yang bisa ditempuh untuk mengasah potensi diri, semua bisa dicapai asalkan dibarengi kemauan dan keinginan untuk terus belajar.

Namun sayangnya, tak sedikit anak muda yang belum menyadari potensinya tersebut. Mereka merasa bingung dalam menentukan keunggulan yang bisa ditonjolkan dari dirinya masing-masing dan seakan tak tahu bagaimana cara memulainya.

Hal itu pula yang dirasakan Rinaldi Nur Ibrahim, pemuda asal Sulawesi Selatan yang kerap disapa Inal, saat pergi merantau ke Jakarta untuk kuliah. Sesampainya di Ibu Kota, Inal yang berasal dari daerah sempat merasa minder dengan teman-teman kuliahnya yang lebih dulu menguasai skill tertentu karena akses yang serba mudah.

Inal punya kemauan untuk mengembangkan potensi dirinya, tapi tak tahu harus mulai dari mana. "Gimana caranya untuk mengembangkan jiwa leadership, caranya untuk ke luar negeri, mengasah public speaking. Pada saat itu aku nggak tahu caranya dan merasa insecure duluan," ujar Inal kepada kumparan.

Berdasarkan pengalaman pribadinya itulah, Inal yang pada saat itu masih duduk di semester 4 berinisiatif untuk menciptakan ruang bagi anak-anak muda yang bernasib sama seperti dirinya. Ia kemudian mencari cara untuk bisa menciptakan lingkungan yang positif supaya para pemuda bisa berkembang dan saling mendukung satu sama lain.

Beruntung Inal mengenal 4 teman yang memiliki keresahan yang sama. Bersama keempat temannya, David Wijaya, Glenzi Fizulmi, Syifa Kenedi, dan Made Gilang Sedayu, Inal membuat Komunitas Youth Ranger Indonesia (YRI) sebagai platform pengembangan potensi pemuda pada 28 Oktober 2018.

Yang unik, 4 founder Youth Ranger Indonesia itu mulanya tak saling kenal karena berasal dari kampus yang berbeda-beda. Inal lah yang menjadi penyambung di antara mereka hingga akhirnya mendirikan Komunitas YRI. Meski awalnya asing, para founders YRI berhasil mengumpulkan lebih dari 11.000 pemuda yang tersebar di seluruh Indonesia.

"Dengan adanya YRI ini, anak-anak muda bisa lebih mudah untuk show off dan punya tempat untuk mengembangkan potensinya," jelas Inal.

Meski merintis YRI pada saat masih menyandang status sebagai mahasiswa, Inal dan keempat founder lainnya saling mendukung untuk menciptakan lingkungan yang positif. Ini ditujukan supaya para pemuda bisa mengembangkan dan menggali potensinya lebih dalam lagi.

"Pada saat merintis YRI, saya dikelilingi orang yang sevisi dan saling mendukung. Setiap ada program yang berjalan pun, dari teman-teman pasti ada yang berpartisipasi. Intinya, membantu satu sama lain untuk membantu mengembangkan potensi anak muda."
Inal juga menambahkan, keberhasilan YRI tak hanya dari para foundernya saja, tapi juga berkat peran pemuda yang ikut serta berperan sebagai IMPACTMAN (pengurus aktif YRI).

"Perkembangan YRI bukan hanya dari foundernya saja, tetapi juga dari para pemuda yang ikut andil membantu pemuda Indonesia sebagai IMPACTMAN YRI atau pengurus Youth Ranger Indonesia," tutur Inal.

Untuk mencapai tujuannya dalam meningkatkan kompetensi anak muda, Komunitas Youth Ranger Indonesia memiliki beberapa program khusus bagi para member. Menurut Inal, program tersebut terbagi atas kegiatan online dan offline. Pada saat pandemi seperti sekarang, beberapa kegiatan terpaksa ditunda dan lebih fokus pada kegiatan online.

Indonesian Ranger Project (IRP): Program pengabdian kepada adik-adik di daerah terpencil.

Orang tua asuh: Gerakan sosial untuk bisa berbagi dengan anak muda lain yang memiliki kehidupan yang kurang layak.
Ngobrol Asyik Pemuda (NGOBRAS): Kegiatan seminar online, mentorship dengan ekspert.

Seluruh kegiatan tersebut diadakan secara gratis dan eksklusif kepada para member YRI. Dengan mengikuti berbagai program dan kegiatan, diharapkan pemuda yang tergabung di YRI dapat memiliki lingkungan positif, sehingga bisa menunjang semangat mereka dalam meningkatkan potensinya.

Tak hanya itu, mereka juga terlatih untuk lebih berani, bisa berkarya dan berkolaborasi satu sama lain.
Saat ini, sudah ada 11 part YRI yang dikoordinasikan oleh setiap group leader untuk menjalankan kegiatan rutin bagi para member. Mereka tergabung dalam grup WhatsApp untuk mempermudah komunikasi antar member. (Temankumparan/c)