Mengupas Relasi Simbiosis Mutualisme Antara Brand dan Komunitas


208 view
dok. Instagram @nonstoppleasure/ https://www.instagram.com/p/BvEerHQA20n/?igshid=1bv7wwbb7tbtm/Brigitta Valencia Bellion
Ilustrasi brand fesyen.
Jakarta (SIB)
Sebagus apapun konsep sebuah brand, tanpa adanya komunitas yang mendukung, tak akan berhasil. Itulah inti dari penjelasan Michael Killian, Co-founder Pleasure dan ZODIAC, dalam Fashion Talks Nusantara Fashion Festival (NUFF) 2020 bertema From Disco to Youth Culture: Building Community-Driven Fashion Brand.

Bergerak di bidang event dan merchandise fesyen, Michael mengaku ia dan keenam founder Pleasure lainnya memulai bisnis tersebut pada 2014 tanpa ada perencanaan yang matang. Namun, mereka tidak pernah lupa untuk terus membangun koneksi sehingga pada akhirnya terbentuk komunitas yang loyal dan suportif terhadap brand-nya.

Komunitas itu, sambung Michael, dibangun dari minat dan kegemaran yang serupa, misalnya dari aliran musik, film, atau hal lainnya. Untuk merawat komunitas, ia menekankan pentingnya komunikasi dua arah dan hubungan timbal-balik dalam setiap kolaborasi dan di dalam komunitas itu sendiri.

"Membangun koneksi dengan brand dan komunitas itu sangat penting. Dari komunitas itu akan ada yang namanya kolaborasi, dari semua kolaborasi pasti akan ada output dan experience yang akan bangun eksistensi brand," ucap Michael dalam diskusi virtual tersebut baru-baru ini.

Ia menyebut komunitas dapat dibentuk dari relasi terdekat. Berawal dari mulut ke mulut, kesempatan akan semakin terbuka bagi brand untuk membangun koneksi dengan banyak komunitas dengan berbagai latar belakang.

Dengan komunitas yang ada, Pleasure terbilang sukses dalam setiap acara yang diselenggarakannya. Tak hanya bisa mendatangkan DJ asing untuk berkolaborasi dengan DJ lokal, tetapi juga berdampak pada brand luar yang menggandeng mereka untuk berkolaborasi menciptakan produk.

Lewat berbagai acara yang diselenggarakan baik di Indonesia dan di luar negeri, merchandise fesyen Pleasure semakin diminati dan mendapat feedback yang baik pula. Akhirnya, Pleasure membuka ZODIAC, bar tempat komunitas berkumpul dan mengadakan acara. Bisnis makin berkembang dengan membuka ZODIAC Space untuk memperkenalkan merchandise fesyen dari Pleasure.

"Saat bikin koleksi, mereka (komunitas) selalu beli dan pakai merek kami, kasih feedback, kasih tahu ke teman lain, dan ini yang bantu kita untuk membangun serta memperbaiki kualitas brand," kata Michael. (Liputan6.com/a)