4 Bulan Edarkan Sabu di Pangkatan, Tukang Muat Pasir Ditangkap Polisi


180 view
Foto: Dok/Satresnarkoba
BARANG BUKTI: Tersangka MS alias Ahmad (30), tukang muat pasir yang ditangkap tim Polres Labuhanbatu dari pondok tangkahan pasir di Pangkatan, memperlihatkan barang bukti diduga sabu, timbangan elektrik dan HP, Selasa (10/11) sore di Kantor Satresnarkoba Polres Labuhanbatu, Jalan MH Thamrin Rantauprapat. 
Rantauprapat (SIB)
Polisi menangkap pengedar sabu di Pangkatan Kabupaten Labuhanbatu. Tersangka MS alias Ahmad (30), warga Dusun I Pangkatan, Desa Pangkatan Kecamatan Pangkatan, Kabupaten Labuhanbatu, yang bekerja tukang muat pasir, ditangkap dari sebuah pondok tangkahan pasir Bang Sembiring di Desa Pangkatan, Senin 9 November 2020 sekira pukul 17:00 WIB.

"Tersangka diringkus Tim Satuan Reserse Narkoba saat duduk santai di pondok tangkahan pasir, diduga sedang menunggu 'pasien' yang akan belanja sabu," kata Kapolres Labuhanbatu melalui Kasat Reserse Narkoba AKP Martualesi Sitepu kepada SIB via WhatsApp, Selasa (10/11) sore.

Pada penangkapan itu, petugas juga mengamankan barang bukti 14 plastik klip berisi butiran kristal diduga sabu seberat 2,14 gram netto, 1 bungkus plastik klip kosong belum terpakai, 1 timbangan elektrik silver dan 1 HP Samsung putih.

"Tertangkapnya tersangka yang masih lajang itu merupakan hasil penyelidikan yang dilakukan personel Satresnarkoba yang sudah hampir seminggu melakukan pengintaian," ungkap Kasat Resnarkoba.

Martualesi menyebut, dari hasil pemeriksaan, tersangka MS mengaku sudah empat bulan lebih mengedarkan narkotika golongan 1 bukan tanaman itu di Desa Pangkatan, dengan transaksi setiap minggu sebanyak 15 gram. Barang haram tersebut diperolehnya dari pria D (35), warga Dusun Bloksongo Desa Sisumut Kecamatan Kotapinang, Kabupaten Labuhanbatu Selatan.

"Transaksinya 15 gram setiap minggu dengan keuntungan sebesar 4 juta rupiah per minggunya, apabila sabu yang diambil dari laki-laki berinisial D, warga Bloksongo habis terjual," sebut Martualesi.

Dia juga menyebut, pihaknya sedang melakukan pengembangan kasus peredaran gelap sabu itu.
"Telah dilakukan pengembangan dengan memancing D, namun sampai saat ini HP D tidak aktif sehingga masih dilakukan penyelidikan," katanya.

Tersangka MS telah ditahan di Polres Labuhanbatu. Pria lajang itu dijerat dengan pasal 114, subsider pasal 112 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. (BR6/d)

Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com