Bea Cukai Amankan 152 Kg Narkoba, 6 Orang Ditangkap


206 view
Bea Cukai Amankan 152 Kg Narkoba, 6 Orang Ditangkap
Adhyasta Dirgantara/detikcom
Penyelundupan 6 kg sabu dari Malaysia digagalkan petugas Bea dan Cukai Bandara Soetta. 
Tangerang (SIB)
Bea-Cukai Bandara Soekarno-Hatta menyita 152 kilogram narkotika. Sebanyak 6 orang ditangkap di berbagai daerah.

"Berhasil mengamankan 152 kilogram narkotika yang terdiri dari 2 kilogram ganja sintetis dan 150 kilogram tembakau sintetis," ujar Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe C Soekarno-Hatta, Finari Manan, dalam keterangannya, Rabu (2/12).

Mulanya, Bea-Cukai mendeteksi adanya paket narkoba dari analisis pencitraan X-ray. Paket tersebut dikirim dari China atas nama Restu Jaya Kimia dengan alamat tujuan Kota Tangerang, Banten.

"Paket diberitahukan sebagai surfactant dengan berat bruto 2.026 gram," kata Finari

Isi paket tersebut berupa serbuk putih. Setelah melalui pemeriksaan laboratorium, serbuk putih itu merupakan narkotika golongan 1, yaitu sintetic cannabinoid atau ganja sintetis jenis MDMB-4en-PINACA.

Atas pengembangan kasus tersebut, didapat informasi penerima paket itu ada di hotel E di Bandung, Jawa Barat.
"Pria berinisial HF (25) ke Hotel E untuk mengambil barang. HF segera diamankan tim gabungan," sebut Finari.

Pada pukul 18.00 WIB, pria berinisial BC (27) dan BCJ (19) tiba di hotel E guna mengambil paket dari HF. Kedua pria itu turut diamankan petugas.

"Sesuai keterangan, BC dan BCJ diarahkan untuk membawa paket tersebut ke Apartemen Kalibata City oleh pria berinisial SM (30)," tutur Finari.

Setelah ditelusuri, SM sedang berada di Cileunyi. Kemudian, SM diamankan pukul 19.00 WIB.
Pukul 22.00 WIB, petugas bergerak ke Kalibata City untuk menangkap SM. Di kamar SM, ditemukan barang bukti berupa tembakau sintetis dengan berat 15 kg.

Sesuai informasi dari SM, ada pabrik tembakau sintetis yang terletak di Apartemen Kamala Lagoon, Bekasi. Petugas menangkap AN (32) dan RD (28).

"Tembakau sintetis siap edar dengan berat bruto 85 kg (diamankan)," imbuh Finari.

Selain itu, 50 kg tembakau sintetis disita di kediaman RD. Sesuai dengan ketentuan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika, para pelaku terancam hukuman mati, pidana seumur hidup, atau pidana paling lama 20 tahun. (detikcom/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com