Bea Cukai Bali Gagalkan Penyelundupan Narkoba Senilai Rp 10 M


135 view
Denpasar (SIB) -Bea Cukai Ngurah Rai Bali menggagalkan lima penyelundupan narkotika dari para turis yang berkunjung ke Bali. Total narkotika yang diselundupkan itupun bernilai lebih dari Rp 10 miliar.

"Dalam minggu pertama bulan Desember ini, kami melakukan 5 kali penindakan narkotika. Penindakan yang pertama, pada tanggal 30 November 2018 dilakukan di Kantor Pos Lalu Be Renon, Denpasar, sedangkan penindakan  kedua pada 6 Desember dan penindakan lainnya pada tanggal 8 Desember kami lakukan di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai," ujar Kepala Kantor Wilayah Ditjen Bea dan Cukai Bali, NTB, dan NTT, Untung Basuki dalam keterangannya, Kamis (13/12).

Pada penindakan pertama ditemukan paket kiriman asal Thailand yang mencurigakan, pada 30 November lalu di Pos Lalu Bea Renon. Paket itu dikirim dari seorang berinisial HP kepada PMH di Bali.

"Setelah dilakukan pemeriksaan fisik, petugas menemukan dua botol essential oil berisi cairan kental kekuningan seberat 30,76 gram brutto. Hasil uji laboratorium KPPBC TMP Ngurah Rai menunjukkan cairan tersebut positif merupakan sediaan narkotika jenis ganja. Kemudian kami melakukan controll delivery dan berhasil mengamankan PMH (45) yang adalah seorang pria WN Inggris dan mengaku berprofesi sebagai desainer," urai Untung.

Penindakan kedua dilakukan pada 6 Desember 2018 di Terminal Kedatangan Internasional Bandara Ngurah Rai. Petugas mengamankan seorang pria asal Peru JRAG (44) yang datang menggunakan maskapai Emirates Airlines rute Dubai-Denpasar.

"JRAG tiba sekitar pukul 16.00 Wita, petugas mencurigai hasil pencitraan X-Ray barang bawaan yang bersangkutan dan kemudian melakukan pemeriksaan mendalam. Dari hasil pemeriksaan terhadap koper hitam milik JRAG, petugas menemukan 4,740 Kg brutto atau bila dinettokan seberat 4,080 Kg padatan berwarna hitam yang merupakan sediaan narkotika jenis kokain, disembunyikan dengan modus dibentuk sedemikian rupa hingga menyerupai dinding koper," terangnya.

"Nilai edar 4,080 Kg kokain diperkirakan mencapai Rp 10,2 miliar dan dapat dikonsumsi oleh 16.240 orang dengan estimasi 1 gram dikonsumsi 4 orang," sambungnya.

Kemudian, pada 8 Desember 2018 sekitar pukul 13.00 Wita di Terminal Kedatangan Internasional Ngurah Rai, petugas mengamankan seorang pria asal Malaysia berinisial IHH (40). Dari hasil pemeriksaan tas jinjing merah milik IHH, petugas menemukan satu bungkus rokok berisi 19 batang lintingan potongan daun seberat 14,76 gram yang merupakan narkotika jenis AMB-Fubinaca atau ganja sintetis. Tidak hanya itu, petugas juga menemukan 11 butir tablet dan satu plastik klip berisi serbuk warna hijau seberat 0,35 gram yang merupakan sediaan narkotika jenis MDMA, satu bungkus rokok berisi 13 batang lintingan potongan daun seberat 10,4 gram ganja sintetis.

Tidak berselang lama, sekitar pukul 15.00 Wita Bea Cukai juga menangkap seorang pria berkewarganegaraan Jerman berinisial FZ (56). Pria yang mengaku sebagai teraais itu kedapatan menyembunyikan satu paket ganja.

"Setelah melewati pemeriksaan X-Ray, petugas melakukan pemeriksaan mendalam terhadap barang bawaan yang bersangkutan. Hasilnya, di dinding koper hitam milik FZ petugas menemukan satu paket berisi padatan hitam seberat 2,56 Kg yang merupakan sediaan narkotika jenis hasis (ganja)," ujar Untung.

"Nilai edar ganja ini diperkirakan mencapai Rp 128 juta dan dapat dikonsumsi oleh 5.120 orang dengan asumsi 1 gram dikonsumsi 2 orang," sambungnya.
Selanjutnya masih di hari yang sama, petugas juga menangkap seorang pria asal China berinisial BC (29) di Terminal Kedatangan Internasional Ngurah Rai. Pria yang datang menggunakan maskapai. (detikcom/f)
Penulis
: Admin
Editor
: Admin
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com