Bobol Server Distributor Pulsa, 2 Hacker Diciduk Polisi


321 view
Bobol Server Distributor Pulsa, 2 Hacker Diciduk Polisi
Dok. Polda Kalsel
Polda Kalsel merilis dua tersangka pembobolan server agen pulsa di Pelaihari, Tanah Laut.
Banjarmasin (SIB)
Dua pemuda asal Wonosobo, Jawa Tengah (Jateng), Abdul Aziz dan Tahyan, diciduk Tim Direktorat Reserse Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalimantan Selatan (Kalsel). Keduanya ditangkap setelah aksi membobol server agen pulsa di Pelaihari, Kalsel, terbongkar polisi.

Tersangka berhasil meraup Rp 50 juta dengan membobol server distributor pulsa yang berlokasi di kawasan Pelaihari, Tanah Laut. Kedua pemuda dijemput aparat di Wonosobo setelah keberadaannya diketahui.

"Tersangka kita tangkap karena melakukan pembobolan server atau meng-hack server milik Duta Pulsa Pelaihari. Tersangka meretas aplikasi Android yang bernama DigiPos melalui akun yang milik korban bernama Imanudin," kata Kapolda Kalsel Irjen Nico Afinta saat jumpa pers di Mapolda Kalsel, Jalan S Parman, Banjarmasin, Kamis (12/11).

Kasus ini terungkap berawal dari laporan pihak agen pulsa yang menjadi korban. Usai menerima laporan, Tim Ditreskrimsus Polda Kalsel langsung menyelidiki hingga menangkap kedua tersangka.

Setelah berhasil membobol server, tersangka leluasa mentransfer pulsa ke kartu SIM penampungan yang sudah disiapkan. Tersangka berhasil memperoleh keuntungan sebesar Rp 205 juta.

Tersangka diduga sudah berbulan-bulan melakukan tindak kejahatan ini dan terungkap saat korban mengecek data transaksi di aplikasi pulsa miliknya. Setelah dicek, korban menemukan dana pulsa yang tersimpan di akunnya berkurang Rp 57 juta.

"Yang menarik adalah tersangka tidak tinggal di Banjarmasin, tetap tinggal di Wonosobo, Jawa Tengah, saat beraksi. Mereka membuat aplikasi sendiri sehingga beralihnya pulsa milik korban ke akun tersangka. Selanjutnya pulsa-pulsa ini mereka jual kembali ke pembeli dalam bentuk voucher dan online," ujar Nico Afinta sambil memperlihatkan barang bukti yang diamankan.

Dari tangan kedua tersangka, polisi menyita barang bukti, berupa kartu ATM dan tabungan milik tersangka, 60 kartu perdana, 1 komputer, 1 modem dan uang tunai Rp 74 juta, 1 HP, serta buku transaksi penjualan pulsa.

Akibat perbuatannya tersebut, tersangka dijerat Pasal 46 ayat (1) jo Pasal 30 ayat (1) UU UU ITE. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com