Cabuli Putri Kandung, Ayah Durjana Dituntut 13 Tahun Penjara di PN Simalungun


166 view
Internet
Ilustrasi cabul
Simalungun (SIB)
Jaksa Fransiska Sitorus SH menuntut terdakwa Bandot (48) nama palsu agar dihukum 13 tahun denda Rp 80 juta subsider 6 bulan penjara di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (23/3), karena terbukti mencabuli putri kandung yang masih berumur (7) tahun.

Percabulan itu dilakukan terdakwa sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 di dalam rumah milik terdakwa di Nagori Pematang Simalungun.

Dibawah ancaman, jika korban menolak kemauan terdakwa akan disiksa sang ayah durjana tersebut. Begitulah setiap kali perbuatan cabul dilakukan terdakwa ketika istri terdakwa sedang tidak berada di rumah.

Hasil visum Nomor :1272/LU/2609-2013-0009 tertanggal 26 September 2020 yang dikeluarkan Puskesmas Tebing Tinggi menyimpulkan korban sebut saja namanya Sita sudah tidak gadis lagi.

Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 81 dan pasal 82 (2) UURI No 17 tahun 2016 tentang Penetapan Perpu No1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Atas tuntutan jaksa, terdakwa didampingi Penasehat Hukum Frans Silalahi memohon agar hukumannya diringankan hakim, terdakwa sangat menyesal dan berjanji akan bertobat. Untuk mendengar vonis , sidang dipimpin Majelis Hakim diketuai Roziyanti SH dibantu Panitera Paringatan Saragih SH dilanjutkan, Selasa depan. (D2/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com