Cabuli Putri Kandung, Seorang Ayah Diadili di PN Simalungun


151 view
Cabuli Putri Kandung, Seorang Ayah Diadili di PN Simalungun
(Indozone)
Ilustrasi pencabulan. 
Simalungun (SIB)
Seorang ayah inisial Buas (38), warga Kecamatan Silimakuta didakwa mencabuli putri kandungnya sebut saja namanya Susi (12), perkaranya diadili di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (25/2).

Menurut Jaksa Fransiska Sitorus SH, perbuatan cabul itu dilakukan terdakwa di dalam kamar tidur rumahnya secara berulang sejak Juni 2020 hingga 2 Nopember 2020.

Ketika itu, ibu korban sedang pergi ke ladang dan sikorban sedang menonton siaran tv ditarik terdakwa dan dengan paksa mencabuli korban di dalam kamar tidur terdakwa.

Usai melampiaskan nafsu bejatnya, terdakwa mengancam korban akan memukuli korban, jika memberitahukan perbuatan terdakwa kepada ibu maupun paman korban."Awas kalau kau kasitau bapak kupukul kau," ancam terdakwa.
Hasil Visum Nomor : 358/VER/XI/2020 tanggal 5 November 2020 yang ditandatangani dr Francius Munthe menyimpulkan, korban sudah tidak gadis lagi.

Jaksa Fransiska Sitorus SH menjerat terdakwa melanggar pasal 81 dan pasal 82 ayat (2) UURI No 17 tahun 2016 tentang penetapan Perpu No 1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Untuk pemeriksaan saksi-saksi dalam perkara ini, Majelis Hakim diketuai Mince Ginting SH menyatakan sidang tertutup untuk umum karena menyangkut asusila.

DIADILI
Sementara itu, Jaksa Fransiska Sitorus SH menghadapkan Bandot (48) nama palsu ke sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Kamis (25/2), sebagai terdakwa kasus mencabuli putri kandung yang masih berumur (7) tahun.
Percabulan itu dilakukan terdakwa sejak tahun 2018 hingga tahun 2020 di dalam rumah milik terdakwa di Jalan Musa Sinaga Nagori Pematang Simalungun.

Dibawah ancaman jika korban menolak kemauan terdakwa akan disiksa sang ayah durjana tersebut. Begitulah setiap kali perbuatan cabul dilakukan terdakwa, ketika istri terdakwa sedang tidak berada di rumah.

Hasil visum Nomor :1272/LU/2609-2013-0009 tertanggal 26 September 2020 yang dikeluarkan Puskesmas Tebing Tinggi menyimpulkan korban sebut saja namanya Sita sudah hilang kegadisannya.

Jaksa menjerat terdakwa dengan pasal 81 dan pasal 82 (2) UURI No 17 tahun 2016 tentang Pemetapan Perpu No1 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UURI No 23 tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak.

Untuk pemeriksaan saksi-saksi dalam perkara ini, sidang dipimpin Majelis Hakim diketuai Roziyanti SH dibantu Panitera Paringatan Saragih SH dinyatakan tertutup untuk umum. (S03/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com