Cekcok di Medsos Ungkap Kematian Pria yang Bela Pacar karena Dibayar Setengah


613 view
Sukabumi (SIB)- Kematian AW (18) yang sempat misterius menggelitik personel Satreksrim Polres Sukabumi Kota untuk mendalami latar belakang dan kepribadiannya. Akun media sosial (medsos) milik pemuda tersebut berhasil menggiring polisi mengungkap teka-teki perkara.

Kurang dari 1x24 jam anggota Buser Satreskrim membekuk tiga pelaku penganiayaan dan pengeroyokan AW. Awalnya kematian AW sempat diisukan sebagai korban geng motor, polisi tidak kalah cerdik HDP yang diduga kekasih korban lebih dulu diamankan polisi.

"Sempat jadi misteri, bayangkan saja Sabtu (16/6) ditemukan sesosok tubuh tergeletak di pinggir jalan, saat itu ramai isu geng motor. Namun insting kami mencurigai hal lain, lokasi korban tergeletak tidak jauh dari sebuah hotel," kata Kasatreskrim Polres Sukabumi Kota AKP Budi Nuryanto, Rabu (20/6).

Polisi berkejaran dengan waktu, korban menjalani autopsi. Polisi melacak jejak digital korban yang terekam dalam media sosial. Sebelum insiden maut, AW tergambar via akun Facebook-nya terlibat cekcok dengan seorang wanita, inisial HDP.

Petunjuk tersebut membuat polisi mencurigai HDP. HDP bekerja sebagai wanita panggilan ini menjalani pemeriksaan intensif.

"Perempuan itu kita panggil dan dijadikan saksi karena sempat ada cekcok dengan korban di medsos. Dari mulut si HDP ini akhirnya cerita penyebab kematian korban (AW) terungkap. Tiga pelaku langsung kita jemput dari rumahnya masing-masing, setelah itu tergambar dugaan motif yang akhirnya menjadi sebab kematian korban" tutur Budi.

AW tewas setelah membela perempuan yang diduga sebagai kekasihnya tersebut, HDP sempat berhubungan badan di sebuah hotel dengan dua pelaku masing-masing berinisial IH (29) alias Ipey dan E alias Batik (34). Selain kedua pelaku ada SZ alias Jai yang ikut mengeroyok korban hingga tewas.
Polisi menemukan motor jenis matic milik korban terparkir di sebuah hotel. Keterangan mengalir dari mulut HDP.

HDP malam itu berselisih dengan salah seorang pelaku karena dibayar tidak sesuai dengan kesepakatan. AW yang sedang dalam keadaan mabuk tak terima dan mengamuk, tiga pelaku lalu menghajar korban hingga tewas. (dtk/d)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com