Didakwa Cemarkan Nama Baik Lewat Facebook, Seorang Ibu Diadili


249 view
Didakwa Cemarkan Nama Baik Lewat Facebook, Seorang Ibu Diadili
Internet
Ilustrasi 
Medan (SIB)
Didakwa mencemarkan nama baik orang di kolom komentar Grup Facebook, DLSM seorang ibu hamil diadili di Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (9/4).

Dalam sidang perdana itu, saksi korban Lasrinawaty Manik sempat terbawa emosi dan menangis terisak-isak di hadapan majelis hakim yang diketuai Abdul Kadir.

Ia mengaku nama baik keluarganya menjadi tercemar karena komentar terdakwa, yang menuduhnya sebagai penipu di grup Facebook Rumah Kebaya Vera.

Tidak hanya itu, tangis korban pecah saat menceritakan orangtuanya yang merasa tertekan hingga jatuh sakit dan meninggal dunia karena berita tersebut menyebar di kampungnya.

"Orangtua saya sampai drop karena berita itu Pak, dia (terdakwa) tidak datang minta maaf, malah saat di kampung, orangtua saya kritis karena selalu di pikirannya bagaimana berita ini, di kampung dia sudah tercemar. Bukan hanya pribadi saya, sampai akhirnya bapak saya meninggal," kata Lasrinawaty.

Dalam sidang itu, terdakwa dan saksi korban pun sempat adu mulut, pasalnya terdakwa mengatakan kalau ia sudah ada niat ingin meminta maaf kepada Lasrinawaty, namun ditolak.

"Suami saya duluan datang rumahnya, ternyata setelah ngomong suami saya sama saksi korban ini, dia bilang sama suami, dia tidak mau ketemu sama saya, saya sampai mau menerobos sama suami saya. Apa salahnya saya ketemu langsung sama dia, saya mau minta maaf," kata terdakwa.

Saksi korban maupun terdakwa pun sempat saling menyela selama persidangan, sehingga hakim ketua pun menegur keduanya agar memberi keterangan tanpa menyela satu dengan yang lainnya.

"Intinya tidak terjadi pertemuan minta maaf," kata hakim.

Lantas karena saksi korban dan terdakwa masih saling bersiteru, hakim anggota Mian Munthe pun meminta agar keduanya saling berma'afan.

"Saudara terdakwa tadi bilang dua kali berniat minta maaf, kalau sekarang saudara minta maaf bagaimana? mumpung ada saksi korban," kata hakim.

Lantas terdakwa pun mengatakan bersedia minta maaf, namun Lasrinawaty sontak menangis mengingat ayahnya yang sudah meninggal.

"Bapak saya sudah sampai meninggal karena berita itu Pak," katanya sambil menangis.

Lantas hakim mengatakan agar ada efek sosialnya persidangan itu, ada baiknya saksi korban dan terdakwa saling bermaafan.

"Turut kita berduka cita meninggal orangtuamu ya, tapi apakah kamu bisa sehat kalau bawa dendam terus, tak ada yang sempurna di dunia ini, yang berlalu, berlalu lah," kata hakim.

Lantas keduanya pun bersalaman sambil bermaafan. Selanjutnya hakim pun menunda persidangan pekan depan dengan agenda keterangan saksi. (A17/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com