Didakwa Jadi Kurir Sabu 41 Kg Lebih, Narji Terancam Hukuman Mati


126 view
Istimewa
Ilustrasi hukuman mati
Medan (SIB)
Tantra Surya Dewangga alias Narji (19) terancam hukuman pidana mati. Pasalnya, warga Kabupaten Tuban, Jawa Timur ini didakwa telah menjadi kurir narkotika jenis sabu seberat 41.835 gram (41,835 Kg).

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Nurhayati Ulfiah disebut, awalnya terdakwa Tantra Surya Dewangga alias Narji ditawarkan Joni (DPO) untuk menjadi kurir narkotika. Terdakwa menyanggupinya. Namun, Joni menggunakan nama samaran sebagai Pablo.

"Pada, Jumat tanggal 4 September 2020, terdakwa diperintah Pablo untuk pergi ke Medan. Sesampainya di Medan, terdakwa menuju Hotel Swiss Bell Inn di Jalan Gajah Mada dan bertemu dengan Subiyantoro (DPO) sebagai orang yang akan menemaninya," ujar JPU.

Pada, Sabtu 5 September 2020, terdakwa bersama Subiyantoro menuju halaman masjid di dekat SMA Unggulan CT Foundation Medan, Jalan Veteran Medan. Di lokasi, seseorang yang ditunjuk Pablo menyerahkan dua tas berisi sabu.

Setelah dihitung, jumlah seluruhnya sebanyak 40 bungkus.

Selanjutnya, terdakwa bersama Subiyantoro pergi membeli sebuah koper warna hitam dan kembali ke penginapan kamar 609. Pada tanggal 10 September 2020, Subiyantoro meninggalkan kamar hotel dan tidak kembali lagi sehingga terdakwa merasa was-was.

"Pada, Jumat tanggal 11 September 2020, terdakwa diperintah Pablo untuk menyiapkan 23 bungkus sabu dan memasukkannya ke dalam koper agar dipindahkan ke tempat lain. Lalu, terdakwa menuju Hotel Cordela dan check in di kamar 209 sambil membawa koper berisi 23 bungkus sabu," lanjut Nurhayati.

Kemudian, terdakwa meletakkan sabu yang telah dikeluarkan dari koper ke lantai bawah tempat tidur. Terdakwa memberitahu Pablo dimana letak dan kunci kamar agar bisa diambil oleh orang suruhannya. Lalu, terdakwa kembali ke Hotel Swiss Bell Inn dan menyimpan sisa sabu sebanyak 17 bungkus.

Tidak lama, terdakwa dihubungi Hadi menyampaikan kunci kamar 609 Hotel Cordella tidak berfungsi. Sehingga terdakwa diminta untuk datang. Ketika terdakwa datang, tiba-tiba petugas Bareskrim Mabes Polri melakukan penangkapan.

Petugas melakukan penggeledahan di kamar 609 Hotel Cordela dan menemukan 23 bungkus sabu yang diletakkan di bawah tempat tidur. Selain itu, terdakwa juga menunjukkan sabu sebanyak 17 bungkus. Seluruh sabu yang disimpan terdakwa sebanyak 40 bungkus dengan berat 41.835 gram.

Terdakwa mengakui, barang haram tersebut merupakan milik Pablo. "Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman maksimal pidana mati," pungkas JPU dari Kejari Medan itu.

Usai membacakan dakwaan, Majelis Hakim yang diketuai Jarihat Simarmata melanjutkan persidangan hingga keterangan saksi. (A17/a)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com