Diduga Lakukan Penggelapan Mobil Leasing Alex Disidangkan

* Hotma Sitompul SH : Korban Tak Punya Legal Standing Lakukan Pelaporan

729 view
Medan (SIB)- Seorang pengusaha kota Medan, Alex Hutabarat sampai menggunakan jasa pengacara kondang, Hotma Sitompul SH, untuk menangani persidangan kasus dugaan penggelapan yang menimpanya saat ini di Pengadilan Negeri (PN) Medan. Karena menurutnya perkara ini penuh dengan keanehan dan kejanggalan.

Alex didudukkan menjadi terdakwa atas laporan dari Raisya Christy Hutagaol. Hal ini terungkap dalam persidangan di Ruang Tirta Lantai II PN Medan, Selasa (30/5) sore. Sebelum sidang dimulai, Hotma Sitompul meminta kepada majelis hakim agar baju tahanan yang dikenakan Alex dilepas. Permintaan itu dikabulkan oleh majelis hakim yang diketuai Jefferson Sinaga.

Dalam dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Amru Daulay dari Kejatisu, pada Minggu 7 September 2014 lalu, terdakwa Alex meminta saksi Erikson Hutagaol datang ke kantornya, Jalan Dewa Ruci No 1 Kecamatan Medan Petisah. Setelah tiba di kantor, Erikson menemui Alex, kemudian Alex mengatakan keinginannya untuk meminjam mobil milik Erikson.

Erikson mengizinkannya, namun sebelum itu dia bertanya kepada istrinya terlebih dahulu. Erikson dan Alex masih mempunyai hubungan  keluarga. "Pada esok harinya, 8 September 2014 pukul 10.00 wib, Erikson kembali datang mengendarai mobil Toyota Land Cruiser Prado warna hitam BK 1048 ZO milik Raisya ke kantor Alex," ujar JPU.

Selanjutnya, Erikson memberikan mobil tersebut ke Alex untuk dipinjamkan tanpa sepengetahuan Raisya. Raisya sendiri merupakan anak dari Erikson. "Tak lama berselang, Raisya mengetahui mobil miliknya dipinjamkan ke Alex dan berusaha untuk memintanya kembali. Namun, Alex tidak mengembalikan mobil tersebut," pungkas JPU.

Pada tanggal 23 Desember 2014, Raisya mengirimkan surat ke Alex yang isinya meminta mobil miliknya dikembalikan. Akan tetapi, terdakwa Alex malah menyerahkan mobil tersebut ke PT Mitsui Capital Leasing Indonesia tanpa sepengetahuan Raisya. "Akibat perbuatannya, Raisya mengalami kerugian sebesar Rp 300 juta. Perbuatan terdakwa bertentangan dengan Pasal 372 KUHPidana Tentang Penggelapan," sebut JPU.

Usai membacakan dakwaan, penasehat hukum terdakwa langsung mengajukan eksepsi dan karena eksepsi telah disiapkan, hakim mempersilahkan langsung membacakannya dalam sidang saat itu juga. Dalam inti eksepsi, Hotma menyebut kalau kliennya telah dikriminalisasi dan korban tidak punya legal standing untuk membuat laporan. Bahkan, Hotma curiga perkara ini seperti ada yang mensponsori. Setelah pembacaan eksepsi, majelis hakim menunda sidang pekan depan dengan agenda tanggapan JPU.

Saat ditanya mengenai sponsor yang disebutkan dalam eksepsi, Hotma Sitompul mengatakan bahwa hal itu merupakan pertanyaan. "Kita sebutkan kenapa perkara ini berjalan seperti ini? Apakah ada tekanan atau sponsor," katanya kepada wartawan usai sidang.

Menurut Hotma, perkara yang menimpa kliennya itu sangat janggal. Pasalnya, lanjut Hotma, orang yang melapor tidak punya hak atau tidak punya legal standing. "Mobil katanya digelapkan, yang melapor Raisya dan Erikson. Padahal mobil ini punya leasing kok. Kalau gak diserahkan (ke leasing), ditangkap terdakwa ini. Udah benar kelakuan terdakwa yaitu menyerahkan mobil ke leasing," jelasnya.

Hotma menyebut perbuatan terdakwa yang menyerahkan mobil tersebut ke pihak leasing sudah benar. Karena, sambung Hotma, kredit mobil itu tidak dibayar (macet) ke leasing sebanyak 21 kali. "Maka jadi pertanyaan saya ada apa dengan perkara ini? Perkara seperti ini bisa ditangani oleh Polsek, kok bisa ke Polres bahkan sampai ditangani Polda (Sumut). Ada apa ini? Biar didengar Kapolda, ada apa dengan perkara ini," sebutnya tegas.

Disinggung mengenai permintaannya agar terdakwa Alex tidak memakai baju tahanan, Hotma menerangkan bahwa di dalam Undang Undang, terdakwa tidak diperbolehkan dalam tekanan, diborgol atau memakai baju tahanan. "Kalau dibilang itu kebiasaan, maka kebiasaan itu salah," terang Hotma. (A14/q)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com