Hakim PN Medan Vonis Bebas Terdakwa Perkara Pencemaran Nama Baik Lewat Instagram


706 view
Hakim PN Medan Vonis Bebas Terdakwa Perkara Pencemaran Nama Baik Lewat Instagram
Datuk Haris/detikcom
Sidang vonis Febi Nur Amelia

Medan (SIB)

Febi Nur Amelia (29) jatuh pingsan saat berada di Ruang Cakra V Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (6/10) sore. Warga Komplek Menteng Indah Block IV C Nomor 05 ini seolah tidak menyangka telah divonis bebas oleh Majelis Hakim yang diketuai Sri Wahyuni Batubara.

Wanita berhijab tersebut dinyatakan tidak terbukti melakukan pencemaran nama baik Fitriani Manurung (42) lewat media sosial (medsos) Instagram (IG).

"Mengadili, menyatakan terdakwa Febi Nur Amelia tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan pencemaran nama baik Fitriani Manurung. Membebaskan terdakwa dari segala dakwaan dan tuntutan," ucap Hakim Sri Wahyuni.

Dalam pertimbangan putusannya, majelis hakim berpendapat, Fitriani Manurung, selaku korban telah terbukti meminjam uang (utang) kepada terdakwa sebesar Rp 70 juta melalui dua kali transfer ke rekening milik Ilsaruddin (suami Fitriani), Desember 2016.

Selain itu, terdakwa membuat Story Instagram merupakan salah satu upaya untuk menagih utang kepada Fitriani Manurung. "Terdakwa sudah mencoba menghubungi korban, namun tidak berhasil karena diblokir," cetus Hakim Sri Wahyuni.

Saat majelis hakim membacakan amar putusan, terdakwa terlihat gelisah dan ingin minum di ruang sidang. Usai palu diketok, terdakwa yang ingin bangkit dari kursi pesakitan langsung terjatuh hingga pingsan.

Pihak keluarga yang turut hadir dalam persidangan langsung mengangkat terdakwa ke kursi panjang. Setelah diberi air putih, terdakwa sadar dan meninggalkan ruang sidang.

Di luar sidang, Muhammad Fauzi, selaku penasehat hukum terdakwa mengatakan, putusan tersebut sudah adil dan wajar. Menurutnya, hukum di negara ini masih ada. "Saat ini, kita tunggu sikap jaksa gimana. Jika mengajukan kasasi (ke Mahkamah Agung), maka kita akan menyiapkan kontra memori," katanya kepada wartawan.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Randi Tambunan enggan berkomentar terkait putusan tersebut. "No coment," ucap Randi. Sebelumnya, JPU Randi Tambunan menuntut terdakwa Febi Nur Amelia selama 2 tahun penjara.

Randi Tambunan menyatakan, perbuatan Febi terbukti melanggar pasal 45 ayat (3) jo pasal 27 ayat (3) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dalam dakwaan JPU Randi Tambunan yang tidak terbukti itu, Selasa tanggal 19 Februari 2019 sekira jam 21.00 WIB, saksi Haryati, selaku adik kandung dari Fitriani Manurung memberikan informasi kepada kakaknya itu tentang postingan dari Instagram atas nama feby25052.

Terdakwa Febi Nur Amelia sendiri yang membuat postingan tersebut. Dalam isi postingan tersebut, terdakwa telah melakukan penghinaan dan pencemaran nama baik terhadap Fitriani Manurung dengan yang berisi foto dan kalimat (caption) tulisan seperti:

"SEKETIKA TERINGAT SAMA IBU KOMBES YG BELUM BAYAR HUTANG 70 JUTA TOLONG BGT DONK IBU DIBAYAR HUTANGNYA YG SUDAH BERTAHUN-TAHUN @FITRI_BAKHTIAR . AKU SIH Y ORANGNYA GK RIBET KLO LAH MMNG PUNYA HUTANG INI ORANG SUSAH BGT PASTINYA AKU IKHLASKAN TAPI BERHUBUNG BELIAU INI KAYA RAYA JADI HARUS DIMINTA DONK BERDOSA JUGA KLO HUTANG GK DIBAYAR KAN @FITRI_BAKHTIAR. Nah ini Yg punya Hutang 70 Juta Ini foto diambil sewaktu Dibandarjakarta Horor klo ingat yg beginian Mati nanti bakal ditanya lho soal hutang piutang," terang Randi.

Tujuan dari terdakwa membuat postingan di instastory akun Instagramnya, yaitu untuk menagih hutang kepada Fitriani Manurung yang sampai saat ini belum dibayar sejak tanggal 12 Desember 2016. Awalnya, sekira Desember 2016, Fitriani Manurung ada mencoba meminjam uang sekitar Rp 70.000.000 kepada terdakwa.

Sepengetahuan terdakwa, uang tersebut akan dipergunakan untuk mempromosikan jabatan suami dari Fitriani Manurung. "Sekira tahun 2017, terdakwa mencoba untuk menagih uang yang telah dipinjam oleh Fitriani Manurung. Tetapi saat itu, Fitriani Manurung ada memberikan beberapa alasan dan belum bisa membayar uang tersebut," tutur JPU dari Kejatisu tersebut.

Tidak lama kemudian, setelah ditagih uang tersebut, Fitriani Manurung langsung memblokir akun Whatsapp milik terdakwa. Masuk tahun 2019, terdakwa mencoba mengirimkan kembali pesan (Direct Massage) melalui Instragram secara pribadi. Akan tetapi, Fitriani Manurung mengaku tidak mengenal terdakwa dan tidak merasa mempunyai hutang.

Saat itu juga, Fitriani Manurung memblokir kembali akun Instagram milik terdakwa. Sehingga terdakwa merasa kecewa dan membuat postingan tersebut agar Fitriani Manurung melihat dan sadar untuk membayar hutang. (M14/a)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com