Jual Sabu, Seorang Sopir Angkot Terancam 10 Tahun Penjara


129 view
Internet
Ilustrasi
Medan (SIB)
Rikky Arbian warga Batangkuis terancam 10 tahun penjara. Sopir angkot itu didakwa bersalah karena menjual narkotika jenis sabu seberat 5,34 gram ke petugas polisi yang menyamar.

Jaksa penuntut umum (JPU) Tiorida Hutagaol dalam dakwaan menyebutkan, pada April 2020 di Jalan Medan Batangkuis Gg. Amaliah, Bandar Klippa Kecamatan Percut Seituan Kabupaten Deliserdang dihubungi saksi Rodison P. Panjaitan (anggota polisi yang menyamar sebagai pembeli).

Saksi saat itu memesan sabu ke terdakwa sebanyak 5 gram. Setelah sepakat harga, saksi berangkat ke rumah terdakwa. "Selanjutnya sekira pukul 14.00 WIB terdakwa menghubungi Kajok (dalam lidik) via handphone dan berkata kepada Kajok ada yang mau pesan sabu," ucap jaksa di hadapan majelis hakim yang diketuai Aimafni Arli di Ruang Sidang Cakra 9 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Senin (30/11).

Kajok lalu menjualnya ke terdakwa dengan harga Rp600 ribu per gram. Tak lama kemudian, saksi dan terdakwa bertemu di rumahnya.

"Saat menyerahkan sabu kepada saksi Rodison P. Panjaitan, selanjutnya saksi Rodison P. Panjaitan dan saksi Munawir Rokiansyah melakukan penangkapan terhadap terdakwa," urai jaksa.

Dari penangkapan itu, ditemukan barang bukti berupa satu bungkus plastik klip tembus pandang berisi sabu dengan berat 5,34gram.

Terdakwa mengakui, sabu tersebut akan dijual kembali kepada saksi Rodison P. Panjaitan dan saksi Munawir Rokiansyah dengan harga Rp. 650.00 gram, dengan keuntungan sebesar Rp50.000 per gramnya.

"Perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 112 ayat (2) UU No. 35 Tahun 2009 tentang Narkotika," tandas jaksa. (M14/c).

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com