PN Tebingtinggi Hukum Mati Pengedar Ganja


297 view
hetanews.com
Ilustrasi
Tebingtinggi (SIB)
Pengadilan Negeri (PN) Tebingtinggi menghukum mati Risnal Nasution (41), pengedar narkoba jenis ganja. Sedangkan rekannya Rudi Hartono (41) divonis 20 tahun penjara. Sidang yang dilakukan secara online dengan para terdakwa di Lapas Kelas IIB Tebingtinggi itu dipimpin Ketua PN, M Yusafrihardi Girsang SH MH dibantu hakim anggota Albon Damanik SH MH dan Dharma Setiawan SH CN.

"Menyatakan terdakwa Risnal Nasution alias Inal terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana permufakatan jahat secara melawan hukum menjadi perantara dalam hal jual beli narkotika jenis ganja yang beratnya melebihi 1 Kg dan dijatuhi pidana kepada terdakwa dengan hukuman mati," ujar M Yusafrihardi Girsang saat membacakan amar putusan terdakwa, dalam persidangan di Ruang Cakra PN Tebingtinggi, Rabu (1/4).

Fakta hukum di persidangan yang dibacakan ketua majelis menyatakan, terdakwa Risnal Nasution (41), bulan November 2018 bersama Shadat atas permintaan Asun mengambil mobil Mitsubishi L300 bermuatan 150 Kg ganja dari Titi Kuning Medan, di mana seluruh ganja tersebut telah habis diedarkan terdakwa.

Begitu juga, 10 Agustus 2019 juga terungkap fakta persidangan, terdakwa bersama Shadat atas perintah Asun mengambil 490 bungkus ganja dari Sigli Aceh (sekitar 490 Kg) yang mana sebanyak 299 bungkus telah terdakwa edarkan kepada pembeli. Sedangkan, 191 bungkus ganja lainnya diamankan petugas BNN dan Polres Tebingtinggi dari gudang milik Kasim.
Berdasarkan hal tersebut, majelis hakim berkeyakinan, terdakwa secara sah dan meyakinkan melanggar pasal 114 ayat (2) pasal 132 ayat (1) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan hukuman mati.

Sementara, rekannya Rudi Hartono (41) dengan berkas berbeda divonis 20 tahun penjara oleh majelis hakim yang sama. Terungkap dalam persidangan itu, keterlibatan Rudi Hartono hanya terhadap barang bukti 12 Kg ganja yang mana 2 Kg sudah diantar ke Kabupaten Serdangbedagai (Sergai) dan 10 Kg lainnya diamankan sewaktu mau dikirim ke Lombok melalui jasa pengiriman barang "J&T".

Atas putusan tersebut, Risnal Nasution dan Rudi Hartono melalui Kuasa Hukumnya Rismando menyatakan pikir-pikir.
Sebagai informasi tambahan, kasus perkara tersebut telah di press release BNN RI bersama Polres Tebingtinggi, tanggal 16 Agustus 2019 dengan tersangka sebanyak 4 orang. Mereka di antaranya S (27), K (39), RN (41) dan RH (41). (T01/c)

Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com