PT Medan Naikkan Vonis Bos KTV Electra dari Rehab Jadi 4 Tahun Penjara


335 view
PT Medan Naikkan Vonis Bos KTV Electra dari Rehab Jadi 4 Tahun Penjara
Gusman/sumut pos.
SIDANG: Sugianto alias Aliang (kiri), terdakwa kasus narkotika saat menjalani sidang beberapa waktu lalu di PN Medan.
Medan (SIB)
Pengadilan Tinggi (PT) Medan memvonis tinggi putusan Sugianto alias Aliang, terdakwa Sugianto alias Aliang perkara kepemilikan narkotika dengan pidana 4 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider 3 bulan penjara. Padahal sebelumnya Bos KTV Electra ini hanya dijatuhi hukuman rehabilitasi oleh Hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan.

Tidak hanya memvonis tinggi, majelis hakim Pengadilan Tinggi Medan juga meminta agar jaksa segera menahan terdakwa Sugianto.

Menanggapi putusan Pengadilan Tinggi Medan, Praktisi Hukum Kota Medan Marcos Kaban SH menegaskan, agar terdakwa Sugianto alias Aliang segera menyerahkan diri dan menghormati putusan Pengadilan Tinggi Medan dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) segera eksekusi melaksanakan putusan Pengadilan Tinggi Medan terhadap terdakwa Sugianto als Aliang.

"Jaksa Penuntut Umum harus segera eksekusi dan melakukan penahanan dan menghormati supremasi hukum di muka bumi ini sehingga tidak ada pembiaran bagi para terdakwa kasus narkoba yang bisa membuat rusak generasi muda bangsa dan negara," kataMarcos, Kamis (8/4).

Seperti yang diberitakan sebelumnya, PT Medan menerima permintaan banding dari Jaksa Penuntut Umum, Membatalkan Putusan Pengadilan Negeri Medan Nomor 2855/Pid.Sus/2020/PN Mdn, tanggal 28 Januari 2020, yang dimintakan banding.

"Mengadili sendiri, menjatuhkan pidana kepada terdakwa, oleh karena itu selama 4 tahun penjara denda Rp1 miliar subsider 3 bulan penjara. Memerintahkan agar terdakwa tetap ditahan," ujar Hakim Ketua Agung Wibowo SH Mhum, sebagaimana dikutip dari website PT Medan tertanggal 25 Agustus 2020 dengan Nomor Putusan Banding 894/Pid.Sus/2020/PT MDN.

Sebelumnya di PN Medan, Hakim Ketua Tengku Oyong memvonis rehabilitasi selama 6 bulan terdakwa Sugianto, di Klinik Ketergantungan Napza Setia Budi Jalan Setia Budi No 94 I Medan, 28 Januari 2020.

"Memerintahkan agar terdakwa dikeluarkan dari Tahanan. Membebaskan terdakwa dari dakwaan kesatu sampai dengan keempat Penuntut Umum," ujarnya.

Mengutip dakwaan JPU Anwar Ketaren, Selasa tanggal 27 Agustus 2019 sekitar pukul 10.30 WIB, terdakwa Sugianto alias Aliang datang ke Kantor KTV Electra, Jalan Kompleks CBD Polonia Blok G Nomor 50 Kelurahan Suka Damai Kecamatan Medan Polonia dan masuk ke dalam ruangan kerjanya.

Saat itu, terdakwa menyimpan barang haram tersebut di ruang kerjanya. Petugas Dit Res Narkoba Polda Sumut menerima informasi dari masyarakat, terdakwa menyimpan narkotika. Sekira pukul 11.30 WIB, petugas kepolisian menuju ke KTV Electra. Setelah tiba, petugas menuju ke ruangan terdakwa yang saat itu sedang duduk.

Selanjutnya, polisi melakukan penggeledahan di lokasi tersebut dengan didampingi salah satu petugas keamanan KTV Electra, Haposan Setiawan. Namun saat itu, laci pertama meja kerja milik terdakwa dalam keadaan terkunci. Sehingga saksi Haposan Setiawan membongkar atau membuka laci tersebut dengan izin terdakwa.

Setelah laci tersebut bisa dibuka, petugas menemukan satu lembar amplop warna putih berisi pil ekstasi logo Mahkota sebanyak 14 butir, Happy Five (H5) 9 butir dan serbuk ketamin seberat 1,36 gram. (A17/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com