Perkosa Putri Kandung, Seorang Ayah Diringkus Polisi


328 view
Perkosa Putri Kandung, Seorang Ayah Diringkus Polisi
Internet
Ilustrasi 
Medan (SIB)
Seorang ayah berinisial HZ (42) warga Kecamatan Medan Denai Tembung diringkus Tekab Polsek Percut Sei Tuan karena diduga memperkosa putri kandungnya sebut saja namanya Mawar (15).

Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna Atmaja yang dikonfirmasi wartawan, Kamis (19/11) siang mengatakan, terungkapnya aksi tersangka berawal laporan ibu korban, RG (40) dan Mawar ke Polsek Percut Sei Tuan. Kepada petugas Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), korban mengungkapkan perbuatan pelaku pertama kali dilakukan pada akhir Mei 2020 sekira pukul 09.30 WIB.

"Ketika itu korban yang masih duduk di bangku SMA kelas 1 itu mengaku sedang tidur di dalam kamar. Tiba-tiba korban langsung terbangun lantaran ada yang membuka kancing bajunya. Korban terkejut karena yang membuka kancing tersebut tak lain ayah kandungnya," ujar Kapolsek.

Mawar sambungnya, berupaya menepis tangan pelaku. Namun pelaku membuka paksa baju dan celana korban. Korban berusaha berontak, namun kalah tenaga. Pelaku kemudian mengancam korban agar tidak berteriak. Mawar terdiam lantaran mendapat ancaman dari ayah kandungnya yang seharusnya melindunginya.

"Pelaku selanjutnya memperkosa korban yang saat itu merasa sakit di mahkotanya serta mengeluarkan darah. Usai melampiaskan aksi bejatnya, pelaku kembali mengancam korban agar tidak menceritakan kejadian itu, lalu keluar dari kamar tersebut," ungkapnya.
Lanjut Ricky, korban membeberkan pemerkosaan yang dilakukan pelaku bukan hanya sekali saja. Perbuatan kedua itu terjadi, Selasa (10/11) sekira pukul 12.00 WIB. Ketika itu Mawar tidur bersama adiknya yang masih kecil di dalam kamar.

Korban yang tak tahan lagi dengan perbuatan pelaku lantas melaporkannya ke ibu kandungnya. RG yang mendapat laporan tersebut kemudian membawa putrinya ke Polsek Percut Sei Tuan untuk membuat laporan.

"Berdasarkan laporan tersebut dan hasil visum, akhirnya kita menerbitkan surat penangkapan (SPKAP). Rabu (18/11) malam tersangka kita bekuk dari rumahnya tanpa adanya perlawanan. Selanjutnya tersangka digelandang ke Mako guna diperiksa lebih lanjut," pungkasnya sembari menambahkan tersangka dijerat dengan Pasal 81 UURI No 35 Ayat (3) Tahun 2014 tentang perubahan terhadap UURI No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara di atas 10 tahun. (M16/d)
Penulis
: Redaksi
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com