Polres Tanjungbalai Gagalkan Penyelundupan Narkoba Jaringan Internasional


211 view
Tanjungbalai (SIB)- Kepolisian Resor (Polres) Tanjungbalai menggagalkan penyelundupan narkoba jaringan internasional. Barang bukti yang diamankan 22 Kg sabu beserta 7 tersangka.

Keberhasilan pengungkapan sindikat peredaran gelap narkoba antar negara itu, disampaikan Kapolres Tanjungbalai AKBP Irfan Rifai didampingi Waka Polres Kompol Edi Bona Sinaga, Kasat Res Narkoba AKP Adi Haryono, Kasat Polair AKP Agung Basuni, Kasubbag Humas Iptu AD Panjaitan dan KBO Sat Res Narkoba Ipda Eko Ady Ranto, kepada wartawan saat konferensi pers, Minggu (23/12) sekira pukul 11.00 wib di loby depan Polres Tanjungbalai.

Irfan memaparkan, dalam sepekan terakhir pihaknya berhasil mengamankan 7 tersangka dan menyita 22 Kg sabu asal negara Myanmar. "Sabu ini dikemas dalam bungkusan plastik teh yang berasal dari negara Myanmar melalui Malaysia, lalu diselundupkan ke Indonesia via Tanjungbalai. Jalur yang digunakan sindikat jaringan internasional ini dari laut," tegas Irfan.

Menurut Irfan, pengungkapan 7 Kg sabu atas kerjasama Polres Tanjungbalai dengan Polda Metro Jaya. Kronologis penangkapan berawal, Jumat (21/12) sekira pukul 21.53 wib di depan SPBU Jalan A Yani Kelurahan Kisaran Naga, Kecamatan Kisaran Timur, Asahan.

Tim gabungan Polda Metro Jaya, Polres Tanjungbalai dan Polres Tangsel berhasil mengamankan mobil dengan dua penumpang pria, yakni JF (25) dan AF (26) keduanya warga Aceh Timur. Setelah digeledah dari dalam mobil ditemukan 7 bungkus plastik hijau merk Guanyinwang berisi sabu yang disimpan dalam tas sandang. Tim langsung menggelandang kedua tersangka beserta 7 bungkus sabu seberat 7 Kg dan satu unit mobil Toyota Avanza hitam BL 1168 D ke Mapolres Tanjungbalai untuk diperiksa.

Kedua tersangka asal Aceh ini mengaku membawa sabu atas perintah seorang bandar narkoba di Malaysia berinisial M dengan imbalan jika pesanan sabu berhasil diantar dari Tanjungbalai ke Medan, keduanya akan mendapat imbalan sebesar Rp50 juta. Hasil interogasi, kedua tersangka mengaku menerima sabu dari warga Tanjungbalai berinisial, IS dan SF.

Sehari kemudian, Sabtu (22/12) sekira pukul 15.30 wib, petugas gabungan berhasil menangkap dua warga Tanjungbalai, yakni IS (41) warga Jalan Sehat Kelurahan Sejahtera Kecamatan Tanjungbalai Utara dan SF (31) warga Jalan Arteri Keluraham Sirantau, Kecamatan Datuk Bandar di depan Karaoke Simphony Jalan A Yani Kelurahan Indra Sakti, Tanjungbalai. Kedua tersangka mengaku telah menyerahkan tas berisi 7 Kg sabu kepada tersangka JF dan AF.

Barang bukti dari 4 tersangka yang diamankan petugas gabungan yakni, 7 bungkus sabu asal Myanmar, satu unit mobil Avanza BL 1168 D dan 6 unit HP serta satu unit kapal kaluk pengangkut sabu dari tengah laut.

"Keempat tersangka sudah beberapa kali beraksi dan merupakan sindikat jaringan internasional yang dikendalikan M kelahiran Aceh yang domisili di Malaysia. Mereka ini ternyata satu jaringan dengan penangkapan 70 Kg sabu oleh Polda Metro Jaya kemarin, 70 Kg itu juga dari sini masuknya," ujar Irfan.

Irfan tidak menampik rumor 12 Kg sabu yang diamankan. "Iya semula infonya 12 Kg, tapi yang berhasi diamankan Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai dengan Polda Metro Jaya yakni, 7 Kg dari mobil yang kita amankan. Ada dua kendaraan pembawa sabu, satunya naik motor (kereta) dibawa 5 Kg, pengendaranya R yang berhasil kabur ke arah Air Joman, Asahan. R kita tetapkan DPO dan masih dilacak keberadaannya," tegas Irfan 12 Kg sabu itu rencananya dijemput kedua tersangka JF dan AF.

Sebelumnya, Selasa (18/12) Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai berkoordinasi dengan Polres Asahan, berhasil menangkap tiga tersangka beserta dua mobil dan 15 Kg sabu. Tiga tersangka AY, DP dan NF ditangkap saat menumpang mobil Suzuki Vitara putih BK 1686 SA, Selasa (18/12) sekira pukul 20.00 wib, dari Jalan Cokroaminoto Kisaran, Asahan. Tidak ditemukan sabu dari ketiganya.

Petugas terus mencari keberadaan mobil Kijang Innova warna hitam BK 1565 TW yang dikendarai dua pria R dan AL (DPO) membawa tiga tas sandang berisi 15 Kg sabu. Mobil Innova itu berhasil ditemukan di tengah kebun sawit di Jalinsum Simpang Pasar 1 Desa Perkebunan Sukaraja, Kecamatan Simpang Empat, Asahan. Petugas hanya menemukan tiga tas sandang berisi 15 Kg sabu yang diduga sengaja ditinggalkan R dan AL.

Identitas ketiga tersangka yang ditangkap saat mengawal penyelundupan 15 Kg sabu ke Medan, yakni AY (36) warga Tanjungbalai yang diketahui oknum Ketua Partai Golkar Kecamatan Tanjungbalai Selatan, AY sendiri telah dipecat dari kepengurusan dan keanggotaan DPD Golkar Tanjungbalai. DP (30), oknum anggota Polri yang berpangkat Brigadir dan bertugas di Polres Tanjungbalai, sedangkan NF (23) WN Malaysia.

"Pengungkapan 15 Kg sabu kemarin juga masuk target Polda Metro Jaya yang nangkap 70 Kg sabu. Semua sabu yang kita amankan ini asalnya dari Myanmar diselundupkan ke Malaysia baru dikirim ke Indonesia (Tanjungbalai). Untuk R dan AL yang jadi DPO 15 Kg masih dikejar keberadaannya, termasuk R yang bawa kabur 5 Kg terkait yang penangkapan 7 Kg. Perlu diketahui DPO kasus narkoba tidak ada batasnya sampai kapanpun sebelum ditemukan tetap DPO statusnya," kata Irfan menjelaskan.

Para tersangka yang diamankan dari kasus 15 dan 7 Kg sabu yang totalnya sebanyak 22 Kg sabu dikenakan pasal berlapis dari UU 35 tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman paling singkat 6 tahun penjara dan maksimal hukuman mati. (E08/d)


Penulis
: admin
Editor
: admin
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com