Polsek Dolokmasihul Ciduk Pengedar Sabu dari Kandang Ayam


135 view
Foto Dok/Humas Polres Sergai
CIDUK: Tersangka ZM (34) alias Zul saat diciduk personel Tekab Polsek Dolokmasihul dari dalam kandang ayam milik mertuanya di kawasan Dusun V Tanah Lapang, Kelurahan Pekan Dolokmasihul, Kabupaten Sergai, Selasa (13/10).
Sergai (SIB)
Team khusus anti bandit (Tekab) Unit Reskrim Polsek Dolokmasihul menciduk seorang terduga pengedar sabu berinisial ZM (34) alias Zul dari kandang ayam yang ada di belakang kediaman mertuanya di Dusun V Tanah Lapang, Kelurahan Pekan Dolokmasihul, Kabupaten Serdangbedagai (Sergai), Selasa (13/10).

Selain pelaku, polisi juga menyita sejumlah barang bukti (BB) di antaranya, 1 bungkus plastik klip transparan ukuran besar berisi serbuk kristal putih diduga sabu seberat 5,45 gram, 105 bungkus plastik klip transparan yang kosong, 1 timbangan elektrik, 1 pipet berbentuk skop, 1 HP, 1 tas kecil tempat penyimpan sabu dan uang tunai Rp 150 ribu.

Kapolres Sergai AKBP Robin Simatupang melalui Kapolsek Dolokmasihul AKP Juliapan Panjaitan ketika dikonfirmasi SIB, Jumat (16/10), mengatakan, penangkapan itu sebagai tindaklanjut informasi masyarakat tentang adanya peredaran sabu di kawasan Dusun V Tanah Lapang, Kelurahan Pekan Dolokmasihul dan sudah meresahkan warga.

Usai menerima laporan tersebut, sambung Panjaitan, sejumlah personel Tekab Polsek dipimpin Kanit Reskrim Ipda Zulfan Ahmadi langsung melakukan penyelidikan ke lokasi dimaksud dan berhasil meringkus ZM yang tengah bersembunyi di dalam kandang ayam milik mertuanya tanpa perlawanan.

"Sewaktu proses penggerebekan dan interogasi cepat, ZM mengaku, memeroleh barang haram tersebut dari Deen, warga Pasar VII Tembung. Kemudian, petugas bergegas melakukan pengembangan, namun tidak berhasil mengetahui keberadaan pasti dari Deen," ujarnya.

Atas perbuatannya, kini pengedar barang haram yang dikenal licik itu beserta BB sudah diserahkan ke Sat Res Narkoba Polres Sergai untuk diproses lebih lanjut.

"ZM akan dijerat Pasal 114 subsider Pasal 112 dari UU RI Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana maksimal 20 tahun penjara," tegas Panjaitan. (T01/a)

Penulis
: Redaksi