Polsek Medan Helvetia Ungkap Dugaan Penipuan Berkedok Tenaga Kerja


480 view
SIB/saut sihombing
DIAMANKAN : Para korban calon tenaga kerja yang masih di bawah umur saat diamankan di Mapolsek Medan Helvetia, Senin (6/8).
Medan (SIB)- Polsek Medan Helvetia mengungkap kasus dugaan penipuan berkedok tenaga kerja yang bergerak di bidang Multi Level Marketing (MLM), Senin (6/8) pagi. Dari hasil pengungkapan ini, polisi mengamankan 42 korban calon tenaga kerja yang masih di bawah umur.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Trila Murni mengatakan, terungkapnya kasus ini berawal dari adanya laporan dari keluarga salah satu calon tenaga kerja. "Bermodalkan laporan ini, kita kemudian belusukan ke lokasi penampungan calon tenaga kerja. Ternyata ada satu PT yang bergerak di bidang MLM," ucapnya di Mapolsek Medan Helvetia, Senin (6/8) siang.

Setelah dapat laporan itu, petugas lalu mendatangi kedua lokasi penampungan yaitu di Jalan Filisium Raya dan Jalan Melati XIV Prumnas Helvetia Medan. "Lokasi penampungannya sangat tidak layak dan sangat prihatin. Di Jalan Filisium kita temukan sebanyak 22 wanita dan cowok 20 kita temukan di Jalan Melati. Jadi total keseluruhan ada 42 calon tenaga kerja," ucapnya.

Setelah didata, para calon tenaga kerja ini masih rata-rata di bawah umur dan berasal dari luar Kota Medan. "Ada yang tamat SMP dan ada yang baru tamat SMA. Dan semua dari daerah pedalaman," ungkapnya.

Lanjut Trila, para calon tenaga kerja ini diiming-imingi akan dipekerjakan, tapi dengan ketentuan para calon tenaga kerja tersebut dikutip uang sebesar Rp 5 juta sampai Rp 11 juta per orang. "Mereka sampai satu bulan juga belum dipekerjakan. Korban dimintai uang agar diberi pekerjaan," kata Kapolsek.

Awalnya, calon tenaga kerja ini diberi latihan training dan pelajaran. "Tapi ini semua hanya berkedok sepertinya penipuan. Karena setelah kita mintai keterangan para korban, belum ada yang dipekerjakan seperti pelatihan itu," ucapnya.

Pihaknya sendiri masih menyelidiki siapa yang merekrut atau pencari calon tenaga kerja ini. "Kita masih memproses penyelidikan sebagai korban dulu. Karena kita belum sampai ke perusahaan PT Amuba, seperti yang disebut oleh para korban. PT Amuba ini berada di Jawa Timur. Nanti kita akan lakukan penyelidikan lagi. Yang kita amankan ini untuk sementara semuanya korban," sebut dia.

Menurutnya, ada seorang wanita berinisial F yang dicurigai sebagai kepala cabang perusahaan MLM di Kota Medan. "Waktu kita ke lokasi penampungan itu tidak ada. Tapi kita mencurigai kepada si F. Dialah yang kita duga yang mencari para korban lewat facebook," tutupnya.

Sementara itu, seorang calon tenaga kerja asal Kota Siantar, Mutiara Sinaga (18) mengaku telah membayar Rp 8 juta kepada seorang yang dikenalnya melalui facebook. "Kami disuruh menjual barang alat-alat kesehatan tubuh. Tapi saya belum ada nerima gaji apapun. Sudah satu bulan lebih saya di Medan," ucap dia.
Kini pihak Polsek Medan Helvetia kini akan menghubungi pihak keluarga para calon tenaga kerja itu. (A18/c)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com