Pukul Istri, Suami Dituntut 7 Bulan Penjara


141 view
Foto Istimewa
Ilustrasi kdrt
Simalungun (SIB)
R (46) warga Huta I Petani Timur Desa Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok dituntut pidana penjara selama 7 bulan, di sidang online Pengadilan Negeri (PN) Simalungun Kamis (26/11).

Menurut jaksa Devica Oktaviniwaty, terdakwa terbukti menganiaya istrinya, Astuti. Terdakwa dipersalahkan melanggar pasal 44 (1) UU RI No.23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT).

Perbuatan itu dilakukan terdakwa Senin, 29 Juni 2020 sekira pukul 19.30 WIB di rumah saksi korban di Huta I Petani Timur Desa Dolok Kahean Kecamatan Tapian Dolok Kabupaten Simalungun. Malam itu terdakwa menuduh istrinya ber-SMS an dengan laki laki lain.

Padahal saksi korban ber -sms dengan adiknya, Hayumi. Lalu terdakwa menarik tangan kiri saksi korban secara paksa ke dapur dan langsung meninju kepala saksi korban. Terdakwa juga mencakar tangan kanan saksi korban dan menarik tangan kiri saksi korban secara paksa kemudian saksi korban dan terdakwa cekcok mulut. Lalu saksi korban membawa terdakwa ke dalam kamar dan mengatakan “ tega kali sih ayah menuduh aku selingkuh sementara setiap jualan anak-anak selalu kubawanya,” kata korban yang bekerja sebagai pedagang.

Terdakwa berkata “ aku paling gak bisa kalau di rumah ini ada yang selingkuh".
Atas tuntutan tersebut, terdakwa memohon kepada hakim agar hukumannya diringankan, dengan alasan menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi lagi.

Untuk mendengarkan putusan hakim, sidang dipimpin hakim Roziyanti SH ditunda hingga Senin (30/11). (S03/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com