Sekap dan Rampok Korbannya, 2 Polisi Gadungan Bersenpi Dibekuk

* 2 Wanita dan Senpi Turut Diamankan

423 view
SIB/Roy Surya Damanik
PERAMPOK SADIS : Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira dan Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung, menunjukkan barang bukti di antaranya senpi, sangkur dan lainnya yang disita dari tersangk
Medan (SIB)- Tim Penanganan Gangguan Khusus (Pegasus) Unit Pidum Sat Reskrim Polrestabes Medan membekuk 2 polisi gadungan bersenjata api (bersenpi) berinisial AS (27) warga Jalan Jemadi Gang Kelapa Dua, Kecamatan Medan Timur dan BH (33) warga Jalan Persatuan Komplek Lizia Garden II Medan yang merupakan otak perampokan. BH bahkan ditembak di kedua kakinya karena memukul petugas dan mencoba kabur saat ditangkap.

Selain itu, petugas juga mengamankan 2 wanita karena ikut bekerja sama dengan tersangka, yaitu berinisial N alias Naya (32) warga Jalan Permasyarakatan Desa Tanjung Gusta, Kecamatan Sunggal, Deliserdang dan AK (23) warga Jalan Damar 16 Perumnas Simalingkar Medan/Jalan Bilal Ujung Gang Bakti Medan, serta menyita sejumlah barang bukti seperti senpi, sangkur dan lainnya.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Dadang Hartanto SH SIK MSi didampingi Kasat Reskrim AKBP Putu Yudha Prawira dan Kanit Pidum AKP Rafles Marpaung dalam keterangan persnya di Mapolrestabes, Jumat (26/10) pagi mengatakan, penangkapan berawal dari laporan korban, Mikhael Sihotang (29) warga Jalan Harmonika Baru Gang Intan Kelurahan Medan Selayang yang berprofesi sebagai sopir Go Car.

"Dalam laporannya, Senin (8/10) sekira pukul 15.00 WIB, korban mendapat orderan dari penumpangnya, AK (tersangka). Selanjutnya korban menjemput AK di Pasar Simalingkar, kemudian mengantarnya ke Lapas Pancurbatu karena sesuai dengan orderan. Setibanya di tujuan, tersangka mengatakan ke korban jika lain waktu mengorder pesanan antar jemput penumpang tanpa melalui aplikasi Go Car," ujar Kapolrestabes.

Pada Selasa (9/10) sekira pukul 01.00 WIB, masih katanya, AK berpura-pura menangis sembari menghubungi korban dan minta dijemput di depan Hotel Cemara Jalan Jamin Ginting Padang Bulan. Tanpa curiga korban menjemput tersangka. Korbanpun bertemu dengan AK dan menanyakan hendak diantar ke mana. Tersangka mengatakan terserah ke Mikhael. 

"Korban yang saat itu kebingungan mengatakan ke AK harus ada yang dituju. Tersangka mengatakan ingin ikut dengan korban, namun ia menolaknya dengan alasan korban nginap di Hotel Hawai Jalan Jamin Ginting.  Namun AK mengatakan nantinya akan turun di lobi hotel. Tanpa merasa curiga, korban melajukan mobilnya ke hotel tersebut, namun AK tak mau turun di lobi hotel dengan alasan hendak turun di parkiran," terangnya.

Lanjut Dadang, di parkiran hotel, korban memarkirkan mobilnya lalu turun dari mobil bersama AK. Mikhael masuk ke kamar hotel untuk istirahat, sedangkan tersangka tetap di lokasi parkiran. Tiba-tiba AK mengetuk pintu kamar korban dengan alasan numpang ke toilet. Korban saat itu mengizinkan tersangka ke kamar mandi, dan kemudian menutup pintu.

"Tak lama, 4 pria mengetuk pintuk kamar dan korban membukanya. Pelaku langsung masuk ke dalam kamar sembari mengaku sebagai anggota polisi. Tiba-tiba pelaku memukuli tubuh dan wajah korban, serta menodongkan senpi ke arah korban sembari memintanya jangan berteriak. Korban tak berdaya dan pasrah saat pelaku memborgol kedua tangan Mikhael. Dengan spontan korban berteriak minta tolong sehingga sejumlah pegawai hotel datang ke lokasi," katanya.

Masih kata Kapolrestabes, pelaku memaksa korban masuk ke dalam mobil milik pelaku. Para pegawai hotel berusaha menghalang-halangi pelaku, namun mereka mengaku polisi dan mengatakan jika korban pemakai narkoba. Korban dibawa ke Hotel Meliala Jalan Binjai Medan berikut mobil, HP, uang dan barang lainnya milik korban. Di kamar hotel, pelaku menyekap korban dengan tangan diborgol, serta dipaksa memegang sabu. Pelaku juga mengabadikan korban dengan kamera HP milik pelaku.

"Saat pelaku tertidur, korban berhasil melarikan diri dengan membawa HP miliknya yang sedang dicas pelaku. Di luar areal hotel, korban menghubungi adiknya anggota Polri bertugas di Polres Binjai. Tak lama adik korban tiba di lokasi dan bertemu dengan korban. Selanjutnya keduanya mencari pelaku ke kamar hotel, namun pelaku sudah kabur. Korban kemudian melapor ke Polrestabes Medan," paparnya.

Ditambahkan Dadang, dengan adanya laporan korban, Tim Pegasus melakukan cek TKP dan menyita rekaman CCTV di Hotel Hawai. Petugas juga melakukan penyelidikan terhadap wanita yang pernah diantar korban ke Rutan Pancurbatu. Tak lama petugas berhasil membekuk AK di Medan, lalu mempertemukannya ke korban. Setelah itu tersangka diinterogasi.

"AK mengakui perbuatannya bersama BH, AS, A (DPO) dan FE (DPO). Petugas melakukan pengembangan dan berhasil membekuk BH, AS dan N alias Naya dari rumahnya masing-masing. Setelah itu petugas kembangkan kasusnya dan membawa pelaku menunjukkan alamat rumah pelaku lainnya. BH memukul wajah petugas dan mencoba kabur. Petugas pun memberikan tembakan peringatan ke udara, namun tak diindahkan. Petugas selanjutnya menembak kedua kaki BH dan dibawa ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis. Setelah itu diboyong ke Mako guna diperiksa intensif," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan, sambung Kombes Dadang, para  tersangka memiliki peran masing-masing. BH otak pelaku perampokan dan mengaku anggota polisi serta merencanakan semuanya, juga menodongkan senpi ke korban. AS juga mengaku polisi dan memukuli korban, lalu mengumpulkan semua barang korban. AK perannya mengajak atau memancing korban, sedangkan N alias Naya perannya menjual mobil milik korban. Dua pelaku lagi (DPO), A dan FE perannya mengamati/mengawasi sekitar TKP, memberi perintah ke pelaku lain untuk mengancam korban dan memeriksa semua barang  korban.

"Diakui tersangka BH, ia pernah melakukan tindak pidana lainnya dengan modus yang sama sebanyak 50 kali di lokasi berbeda. Dari tangan tersangka, juga disita sejumlah barang bukti di antaranya mobil Datsun Go warna putih milik korban, mobil Avanza milik pelaku, senpi, sangkur, lencana, 2 borgol, plastik klip tempat sabu dan banyak lagi," pungkasnya sembari menambahkan, tersangka dijerat dengan pasal 365 jo 480 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara. (A16/f)


Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com