Simpan 8 Kg Sabu di Mess Pemko Tanjungbalai 2 Terdakwa Dituntut Masing-Masing 18 Tahun Penjara


149 view
(Istockphoto/bymuratdeniz)
Ilustrasi pengadilan. 
Medan (SIB)
JSP alias Jimmy (51) dan CP alias Rudi (31) dituntut masing-masing 18 tahun penjara. Pasalnya, kedua warga Tanjungbalai ini dinilai terbukti menyimpan sabu seberat 8 kg di Mess Pemko Tanjungbalai.

"Meminta agar majelis hakim menjatuhkan masing-masing terdakwa dengan hukuman 18 tahun penjara dan denda Rp1 miliar dengan subsider 6 bulan kurungan," ucap Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengganti Evi Yanti Panggabean di hadapan majelis hakim diketuai Ali Tarigan di Ruang Cakra III Pengadilan Negeri (PN) Medan, Rabu (31/3).

Menurut Jaksa, perbuatan kedua terdakwa, sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

Dalam pertimbangan jaksa, hal yang meringankan kedua terdakwa mengakui perbuatannya dan berjanji tidak akan mengulangi kembali.

"Sedangkan hal yang memberatkan, kedua terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas peredaran Narkotika," jelas Jaksa.

Setelah mendengar nota tuntutan JPU, majelis hakim menunda persidangan hingga pekan mendatang dengan agenda pembelaan terdakwa (pledoi).

Sebelumnya, dalam surat dakwaan JPU menuturkan perkara itu bermula 25 September 2020 , saat terdakwa I Jimmy disuruh oleh seorang laki-laki yang tidak dikenal mengambil 2 kaleng roti besar, yang di dalamnya terdapat 10 bungkus plastik teh cina yang masing-masing bungkus berisi 1 kg narkotika jenis sabu, sehingga berat seluruh sabu yakni 10 kg, yang telah diletakkan di Jalan Mesjid Tanjungbalai.

"Kemudian terdakwa I lalu pergi bersama dengan terdakwa II CP mengambil kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat sabu, yang seluruhnya seberat 10 kg tersebut, lalu terdakwa pergi membawa 2 buah kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 10 bungkus plastik teh cina yang berisikan narkotika jenis sabu, yang seluruhnya seberat 10 kg tersebut ke Kota Medan," kata JPU dalam surat dakwaan.

Kemudian pada 26 September 2020, kedua terdakwa menginap di kamar yang ada di Mess Pemko Tanjungbalai di Jalan Karya Jaya Kelurahan Gedung Johor Kecamatan Medan Johor Kota Medan, tepatnya di Kamar No 205.

Kedua terdakwa pun menyimpan sabu 10 kg itu, di dalam lemari kamar. Selanjutnya sekira pukul 19.00 WIB, keduanya pergi mengantarkan 2 kg sabu, kepada seseorang yang disebut I (termasuk dalam daftar Pencaharian Orang Polrestabes Medan) ke Jalan Sisingamangaraja

"Sekira pukul 20.00 WIB, kedua terdakwa kembali mengantarkan 3 kg ke Jalan Sisingamangaraja, pada saat terdakwa Jimmy meletakkan narkotika jenis sabu seberat 3 kg di aspal jalan. Tiba-tiba datang petugas Polrestabes Medan langsung melakukan penangkapan," kata JPU.

Selanjutnya, petugas Polrestabes Medan juga menemukan serta menyita 2 kaleng roti besar yang di dalamnya terdapat 5 bungkus plastik teh cina berisikan narkotika jenis sabu seberat 5 kg di penginapan para terdakwa.

Kemudian para terdakwa, mengakui telah membawa 10 kg sabu ke Kota Medan namun 2 kg telah berhasil mereka antar kepada I, dan mendapat upah sebesar Rp 40 juta apabila berhasil mengantarkan sabu tersebut.

"Selanjutnya terdakwa beserta barang bukti 8 bungkus plastik teh cina yang berisikan narkotika jenis sabu yang seluruhnya seberat 8 kilogram, dibawa ke Polrestabes Medan guna pengusutan lebih lanjut," pungkas JPU

Atas perbuatan kedua terdakwa, Sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 114 Ayat 1 Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika. (A17/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com