Terdakwa Penggelapan dengan Modus Agunan Puluhan Sertifikat di BTN Dituntut 3 Tahun 6 Bulan Penjara


184 view
f:mistar/ist
Pembacaan tuntutan yang dibacakan JPU Nelson diruang Cakra 7 Pengadilan Negeri Medan.
Medan (SIB)
Canakya Suman SP (40) terdakwa kasus penggelapan puluhan sertifikat yang merugikan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan sebesar Rp 14.775.000.000 dituntut pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan penjara.

"Meminta kepada majelis hakim agar menjatuhkan hukuman kepada terdakwa Canakya Suman dengan pidana penjara selama 3 tahun dan 6 bulan penjara," ujar JPU Nelson Viktor di hadapan majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong SH MH di ruang Cakra 7 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Jumat (4/12).

JPU Nelson menilai perbuatan Direktur PT. Krisna Agung Yudha Abadi (KAYA) melanggar pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

"Yakni dengan sengaja dan melawan hukum memiliki barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian adalah kepunyaan orang lain, tetapi yang ada dalam kekuasaannya bukan karena kejahatan yang dilakukan secara bersama-sama dengan berkelanjutan," ungkap JPU.

Dalam nota tuntutannya, hal yang memberatkan, terdakwa dianggap telah merugikan PT Bank Tabungan Negara (BTN) Cabang Medan.

"Sedangkan hal yang meringankan terdakwa, karena bersikap sopan selama persidangan, mengakui perbuatannya dan belum pernah dihukum," ujar Nelson.

Usai mendengarkan tuntutan, majelis hakim yang diketuai Tengku Oyong menunda persidangan pada Selasa, 08 Desember 2020 dengan agenda nota pembelaan (pledoi) dari terdakwa.

Sementara itu, di luar persidangan, saat ditanya apa yang menjadi dasar JPU menjerat terdakwa dengan Pasal 372 jo pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana jo pasal 64 ayat (1) KUHPidana, JPU mengatakan karena itu yang terbukti.

"Berdasarkan saksi-saksi dan barang bukti di persidangan, karena terdakwa yang menyerahkan sertifikat," katanya.

Saat ditanya apakah ada terdakwa lainnya dalam kasus ini, Nelson mengatakan "Itu bisa saja, tapi itu bukan wewenang saya, tanyakan saja ke penyidik," ungkapnya. (M14/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com