Tersangka Pembunuh Istri Sirinya Meninggal di RS Bhayangkara Medan


136 view
Foto Dok/Tim Jatanras
JEMPUT JENAZAH PEMBUNUH: Pihak keluarga membuat surat pernyataan sejaligus menjemput jenazah tersangka pembunuhan sadis berinisial FP di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (17/10).
Medan (SIB)
FP (52) yang diduga menghabisi nyawa istri sirinya, Fitri Yanti (44) dengan cara menggorok lehernya, meninggal setelah menjalani perawatan medis di RS Bhayangkara Medan, Sabtu (17/10) pagi.

Kasat Reskrim Polrestabes Medan, Kompol Martuasa H Tobing melalui Kanit Pidum Iptu Ardian Yunan Saputra yang dikonfirmasi wartawan membenarkan, jika tersangka FP meninggal di RS Bhayangkara karena sakit demam tinggi dan lemas.

"Jumat (16/10) sekira pukul 14.15 WIB, FP mengeluh sakit demam tinggi dan lemas. Personel Satuan Tahanan Titipan (Sat Tahti) Polrestabes Medan kemudian membawa tahanan tersebut ke RS Bhayangkara guna diberikan pengobatan," ujar Yunnan.

Sabtu sekira pukul 06.00 WIB sambungnya, tahanan tersebut dinyatakan pihak rumah sakit telah meninggal. Selanjutnya, pihak rumah sakit memberitahukan hal itu ke Polrestabes Medan dan diteruskan ke pihak keluarga tersangka.

"Jenazah FP diserahkan kepada keluarga yang diterima istri pertama almarhum, Sumarlian sekira pukul 11.30 WIB di ruang jenazah RS Bhayangkara Medan. Pihak keluarga menolak dilakukan otopsi, serta membuat surat pernyataan yang ditandatangani Sumarlian agar tidak ada tuntutan di belakang hari," pungkasnya.

Sebelumnya, tim gabungan dari Jatanras Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Tekab Polsek Percut Sei Tuan meringkus tersangka pembunuh Fitri Yanti (44), warga Jalan Bromo Gang Bahagia, Kecamatan Medan Denai dari kawasan Riau.

Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko didampingi Kasat Reskrim Kompol Martuasah Tobing, Kapolsek Percut Sei Tuan AKP Ricky Pripurna dan Kanit Pidum Iptu Yunnan dalam keterangan persnya di Mapolrestabes, Kamis (24/9) sore mengatakan, tersangka berinisial FP (52) yang merupakan suami siri korban sudah merencanakan aksi pembunuhan seminggu sebelum kejadian.
"Tersangka saat itu mengajak korban makan malam bersama. Namun dalam perjalanan, korban melihat ada sesuatu yang disembunyikan tersangka di balik pinggang belakangnya," ujarnya.

Ternyata, sambungnya, benda tersebut adalah pisau. Korban saat itu mengatakan kepada tersangka agar membunuhnya supaya tidak minta nafkah lagi kepada FP. Tersangka yang emosi langsung mengeksekusi korban dengan cara menggorok lehernya di kawasan Jalan Mahoni Pasar II Tembung Desa Bandar Klippa, Kecamatan Percut Sei Tuan, Deliserdang.

"Usai mengeksekusi korban, tersangka langsung melarikan diri. Tim gabungan Sat Reskrim Polrestabes Medan dan Polsek Percut Sei Tuan yang menerima laporan pengaduan, 30 Agustus 2020 langsung melakukan penyelidikan," terangnya.

Lanjut Kapolrestabes, 3 pekan berlalu, tim menerima informasi keberadaan tersangka yang melarikan diri ke wilayah Riau. Tim baru-baru ini bergerak ke lokasi dan berhasil membekuk tersangka. Selanjutnya tersangka digelandang ke Medan guna proses lebih lanjut.
"Tersangka merupakan pelaku tunggal. Tersangka juga pernah mengancam korban dan melakukan kekerasan, laporan pengaduannya ada di Polsek Medan Kota. Tersangka juga sempat melarikan diri ke Tebingtinggi dan diamankan di Riau di tempat teman kerjanya. Dari hasil pemeriksaan, motif tersangka tega menggorok leher korban, karena sakit hati. Korban minta dibelikan rumah, namun tersangka belum menyanggupinya," pungkas Kombes Riko. (M16/c)

Penulis
: Redaksi