8 Kuliner Terkenal di Langkat yang Layak Dinikmati atau Jadi Buah Tangan


701 view
8 Kuliner Terkenal di Langkat yang Layak Dinikmati atau Jadi Buah Tangan
Foto: Dok/SIB/ Roy Marisi Simorangkir
ROTI JALA:  Roti Jala khas Langkat dengan cita rasa khas dipadukan dengan kari ayam 




Yang tak kalah nikmat adalah Bolu Kembojo/Bolu Kemojo yang tebuat dari bahan tepung terigu, gula pasir, mentega, labu manis, santan dan wijen. Makanan yang sudah ada sejak puluhan tahun lalu itu disebut Bolu Kembojo, karena bentuk cetakannya menyerupai bunga kamboja.


Langkat juga dikenal dengan olahan kue atau jajanan ringan bernama Kue Bangkit yang sangat digemari kalangan lintas usia. Hal menarik yaitu bentuk kue ini yang sangat khas, dengan 5 lekukan pada bagian pinggir. Umumnya kue ini memiliki warna putih dan ditambahkan dengan taburan gula warna-warni di atas yang memperindah tampilannya.


Kecamatan Tanjungpura, Kabupaten Langkat, juga dikenal dengan olahan dodol pulut sekira 35 tahun terakhir, yang kini dijajakan di Jalan Pangkalan Brandan-Tanjungpura. Meski dodol termasuk makanan yang sering ditemui di berbagai daerah di Indonesia, olahan dodol Langkat memiliki cita rasa yang unik dan khas dari bahan baku durian.


Panganan ini terbuat dari pulut yang digiling hingga menjadi tepung, bercampur santan kental dengan gula aren dan durian. Untuk memasak dodol pulut tersebut, diperlukan waktu sekira 5 jam hingga menghasilkan panganan yang pulen berwarna coklat kehitaman.


Langkat juga dikenal dengan makanan bernama Cencaluk, dengan bahan utama udang yang telah dihaluskan dan diolah dengan menggunakan berbagai bahan dan bumbu rempah yang sangat khas. Makanan ini terkenal dengan kandungan protein yang terkandung di dalamnya, sehingga sangat cocok untuk dijadikan sebagai lauk untuk makanan sehari-hari karena sangat pas dinikmati dengan nasi.


Terakhir, Langkat juga dikenal dengan Ikan Salai, terbuat dari jenis ikan segara yang telah dikeringkan dan dimasak melalui sebuah proses pengasapan, atau kerap disebut dengan proses penyalaian oleh masyarakat Langkat. Prosesnya dilakukan secara tradisional selama 1-2 hari, untuk menghasilkan cita rasa yang sangat nikmat dan khas.


Untuk harga, penikmat kuliner sama sekali tidak perlu khawatir. Hal itu karena harga makanan dan minuman khas Langkat ini sangat terjangkau, sehingga sangat direkomendasi untuk dinikmati langsung atau dijadikan sebagai oleh-oleh untuk keluarga. (A16)







Editor
: Wilfred/Donna Hutagalung
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com