74 Tahun Kabupaten Tapanuli Utara, Membangun Desa Menuju Bonapasogit Sejahtera

Catatan Anwar Lubis SPd, Wartawan SIB Biro Tapanuli I

2.378 view
Sib/dok
Anwar Lubis
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Utara (Taput) terbentuk pada tahun 1950 yang sebelumnya disebut Kabupaten Batak kini telah genap berusia 74 tahun.

Kabupaten yang beribukota Kecamatan Tarutung itu memiliki luas 3.793,71 Km2 dan luas perairan Danau Toba 6,60 Km2 dengan jumlah penduduk 299.881 jiwa (data Badan Pusat Statistik Kabupaten Taput tahun 2018).

Kabupaten lintas Pantai Barat Sumatera Utara itu sekarang dipimpim Nikson Nababan - Sarlandi Hutabarat. Kepemimpinannya memasuki dua periode, sejak dilantik, Selasa, 23 April 2019.

Meski bukan hal yang baru bagi seorang kepala daerah yang sebelumnya telah menjabat, beban kerja periode kedua juga bukan pula menjadi hal yang mudah di tengah standar Sumber Daya Manusia (SDM) yang rata-rata.

Taput yang dikenal dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang cukup baik dan subur, sering disebut daerah yang penuh berkat. Hanya saja selama ini belum dikelola maksimal, sehingga hasilnya juga tidak maksimal. Sektor pertanian, perkebunan, industri, pariwisata dan sebagainya ada, tetapi tidak memuaskan.

Di era pemerintahan yang akrab dipanggil Kanjeng Raden Aryo Tumenggung (KRAT) Drs Nikson Nababan MSi Darmonagoro (penganugerahan gelar KRAT kedua dari Keraton Surakarta Solo) itu sudah memulainya dengan membagikan 133 unit alat pertanian kepada kelompok tani di pelataran Auditorium Seminarium Sipoholon, Kamis 1 Desember 2016 lalu. Selain untuk memodernisasi sistem pertanian dari pola tradisional, juga dimaksudkan untuk menggenjot produktivitas pertanian menuju hasil yang optimal.

Sekretaris Dinas Pertanian Taput, David P Sipahutar didampingi sejumlah stafnya kepada SIB di ruang kerjanya baru-baru ini mengaku bahwa Alsintan berdampak nyata terhadap pembangunan pertanian di daerah pinggiran dan mampu menekan biaya operasional 35% hingga 48% dalam produksi. Petani yang sebelumnya membajak sawahnya 1 hektare berhari-hari, tapi dengan Alsintan cukup 2-3 jam.

Dalam 5 tahun terakhir, pemerintahan Bupati Taput Nikson Nababan sudah memberikan bantuan Alsintan sebanyak 1500 unit dengan berbagai jenis seperti mesin pemanen padi sawah dan padi gogo meliputi combain alvester besar, combain alvester sedang dan combain alvester kecil serta power treaser (alat mesin perontok padi), handtractor pengolah lahan sawah maupun darat dan paddy mower (alat pemotong padi).

Tahap demi tahap juga dilakukan pembagian bibit, membantu persediaan pupuk dan mengakselerasi irigasi pertanian, mengelola perkebunan, industri, pariwisata, pendidikan, kesehatan dan sebagainya.

LUMBUNG PANGAN
Kini, Pemkab Taput mencanangkan visi misi "Tapanuli Utara Sebagai Lumbung Pangan dan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas Serta Daerah Tujuan Wisata". Untuk mencapai visi tersebut, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan, meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) fokus bekerja dan harus memiliki program unggulan agar visi-misi lima tahun ke depan dapat tercapai.

Antar OPD juga diminta menjalin sinergitas dan saling memberi masukan untuk hasil lebih maksimal. Hal itu disampaikan saat membuka Musrenbang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2019-2024, Rabu (25/9) di Sopo Partungkoan Tarutung, diikuti pemangku kepentingan terdiri dari staf ahli bupati, Sekda, asisten, pimpinan OPD, Kabag, camat, akademisi, FKUB, LADN, BUMN, BUMD Taput dan pimpinan organisasi profesi.

Bupati terus mendorong Taput agar bisa menjadi daerah maju, sebab visi besar Taput sebagai lumbung pangan harus dipercepat. Menurut Bupati, untuk mewujudkan Taput sebagai lumbung pangan maka cara-cara lama yang tidak efisien atau menghambat harus ditinggalkan dengan inovasi dan ide yang baru untuk menjawab tantangan yang ada.

Untuk kemajuan daerah harus butuh dana yang besar. Tapi dengan keterbatasan anggaran maupun capaian yang sudah diraih lambat laun bisa dicapai dengan modal niat dan semangat kerja. Salah satunya melakukan komunikasi dengan pemerintah pusat untuk memberikan perhatian terhadap pembangunan di Taput, khususnya sektor pertanian karena sebagian besar penduduknya hidup sebagai petani.

Bupati yang pernah berprofesi wartawan itu sudah memulainya. Berkat kegigihannya dan komunikasi yang baik, pemerintah pusat menyalurkan puluhan Alsintan ke Taput. Bahkan, bukan hanya Alsintan. Bantuan ke sektor perkebunan, peternakan, kehutanan dan perikanan yang dominan dibudidayakan masyarakat juga sudah mendapat perhatian.

Upaya modernisasi pertanian tidak hanya terhenti pada pemberian bantuan. Para OPD yang membidangi pertanian melalui petugas penyuluhan pertanian melakukan pendampingan intensif terhadap petani, bermasyarakat, serta memberikan peluang-peluang usaha pertanian yang bisa menghasilkan.

Para penyuluh memberikan edukasi kepada petani dengan harapan petani dapat memanfaatkan segala bantuan pertanian yang telah dihibahkan secara maksimal.

Suatu waktu, Nikson yang juga anak guru asal Kecamatan Siborongborong itu pernah mengatakan bahwa pemerintah hanya sebatas fasilitator bagi petani. Jika ingin maju dan berhasil, tergantung pada petani sendiri. Petanilah yang menjadi kunci dari setiap capaian sektor pertanian. Namun Nikson menekankan seluruh stake holder pertanian untuk saling bahu-membahu mencapai Taput sebagai lumbung pangan.

SDM BERKUALITAS
Keberhasilan sektor pertanian, tentu akan sangat membantu visi misi Bupati untuk meningkatkan SDM masyarakat. Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan sudah mengikrarkan akan "Membangun SDM yang Mandiri dan Berdaya Saing". Artinya soal SDM menjadi perhatian penting dalam pemerintahan selama lima tahun ke depan. Pemerintah daerah akan fokus pada kualitas sistem pendidikan dan pelatihan yang dirancang dengan cara baru. Pembangunan karakter dinilai menjadi salah satu motor utama SDM mandiri.

Dalam pidato Hari Ulang Tahun (HUT) Taput Tahun 2019, Nikson Nababan mengungkapkan harapannya untuk mewujudkan lumbung SDM yang berkualitas dengan melakukan berbagai program peningkatan mutu pendidikan antara lain, program pembinaan kompetensi guru, pembinaan kompetensi lulusan dan pemenuhan sarana prasarana sekolah.

Program pembinaan Kepala Sekolah (Kasek) dan guru misalnya, Kasek telah mengikuti penguatan sebanyak 263 orang sesuai Permendikbud Nomor 6 Tahun 2018 dan guru inti telah dilatih sebanyak 34 di luar kota. Pada akhirnya ketika selesai pelatihan maka guru tersebut akan melatih kembali guru-guru di Taput sesuai ilmu yang didapat saat pelatihan.

Kemudian bidang sarana dan prasarana sekolah yakni, Pemkab Taput telah melakukan rehabilitasi sebanyak 83 Ruang Kelas Belajar (RKB), mobiler meja 2.911 set, mobiler kursi 2.937 set, alat laboratorium IPA sebanyak 15 paket, peralatan laboratorium komputer sebanyak 8 paket, alat peraga IPA/IPS sebanyak 16 paket dan melakukan rehabilitasi ruangan oleh kementerian sebanyak 95 ruang serta kompetensi lulusan dalam berbagai kegiatan-kegiatan terkhusus FLS2N (Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional).

POTENSI WISATA
Pada sektor pariwisata, Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan telah menargetkan kunjungan wisatawan yang terintegrasi dengan Danau Toba. Sejumlah potensi besar di bidang pariwisata mulai digali dan dibangun seperti, obyek wisata pemandangan di Desa Hutaginjang dan obyek wisata rohani Salib Kasih di Siatas Barita, serta berbagai deretan obyek wisata Pantai Muara, Air Soda di Parbubu, Air Panas di Hutabarat, Air Panas di Saitnihuta dan Air Panas Ugan.

Kemudian Air Panas Sipoholon, Pacuan Kuda Siborongborong, Sopo Partungkoan, Gua Natumandi, Situs Hindu Hopong, Makam Munson dan Leman, Kantor Pusat HKBP, Seminarium Sipoholon, Tugu Nomensen, Onan Sitahuruk, Gereja Dame, Makam Pendeta Johanes danMakam Pendeta Johanes Siregar.

Menurut bupati, pengembangan wisata saat ini telah digagas pemerintah pusat terkhusus obyek wisata Hutaginjang dan obyek wisata Salib Kasih dengan tujuan bertaraf nasional. Tentu pengembangan tersebut akan memberikan rangsangan positif terhadap kemajuanTaput untuk meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan ke daerah itu, plus bermuara pada peningkatan perekonomian rakyat.

Pemerintah daerah akan berupaya keras membuat terobosan baru dengan mempersiapkan beberapa desa untuk menjadikan desa wisata alam dan desa wisata religi dengan menggali potensi-potensi yang ada, termasuk Air Terjun Sarullla di Kecamatan Pahae Jae dan Desa Silalitoruan Kecamatan Muara serta agrowisata Siatas Barita seperti peternakan sapi, pemerahan susu sapi, perkebunan jeruk, budidaya lebah madu dan agrowisata lainnya.

Program kegiatan desa wisata ini menurutnya sangat penting dan wajib untuk dilaksanakan oleh masing-masing kepala desa (Kades). Program tersebut akan membuat Kades berinovasi dan mengembangkan potensi wisata di wilayah mereka hingga akhirnya Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dapat terwujud dengan baik.

Pemkab Taput juga melalui Ibu Sartika Simamora sebagai Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) akan mempromosikan busana ulos Batak sampai ke manca negara bahkan akan merancang sebagai dinas dengan ciri khas kebatakan. Dengan demikian, suku Batak terangkat, pengangguran berkurang dan pertumbuhan perekonomian akan maju serta masyarakat akan sejahtera.

PRESTASI
Bupati Tapanuli Utara Nikson Nababan berkeyakinan bahwa program memajukan daerah yang mulai dirintisnya akan berhasil. Sebelum melangkah lebih jauh, ia sudah menunjukkan keberhasilannya di bidang pengelolaan pemerintahan.

Penghargaan yang diterima Nikson Nababan antara lain keberhasilan Pemkab Taput dalam menyusun dan menyajikan laporan keuangan 2018 dengan Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang lima kali berturut-turut berdasarkan audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).

Penghargaan diserahkan oleh Gubernur Sumut Edy Rahmayadi dan diterima Wakil Bupati Sarlandy Hutabarat di Aula Raja Inal Siregar Kantor Gubernur Sumatera Utara, Medan, pada Selasa (22/10). Menjadi kebanggaan tersendiri bagi Pemkab Taput mampu meraih WTP 5 kali berturut-turut di periode kedua kepemimpinannya.

Berkat prestasi tersebut, Pemkab Taput diganjar penghargaan oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu) yang sebelumnya juga penerimaan untuk WTP keempat, sejak 2014-2018 dapat apresiasi berupa kucuran insentif anggaran sebesar Rp700 miliar.

Sebelumnya, rilis Badan Pusat Statistik Kabupaten Taput pada tanggal 27 Agustus 2019 menyebut Perekonomian Taput tahun 2018 meningkat jika dibandingkan tahun sebelumnya dengan pertumbuhan ekonomi sebesar 4,35 persen. Selain itu yang paling mencolok untuk tingkat kepuasan publik dari prestasi itu adalah pembangunan sarana infrastruktur jalan, quick response (gerak cepat) pengelolaan aset maupun sistem keuangan.

PERMASALAHAN
Setelah berbagai terobosan, ide dan action yang diambil dan yang akan diambil Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara muncul kendala di lapangan. Salah satunya tentang standarisasi Sumber Daya Manusia (SDM) pada perangkat daerah maupun masyarakat.

Khusus aparatur pemerintah, memang bila Bupati Taput Nikson Nababan sudah menggaungkan lewat visi-misi seharusnya sudah bisa diaktualisasikan di lapangan oleh jajarannya. Tidak salah bila Nikson sudah melangkah sekali, maka perangkatnya harus bisa melangkah dua kali untuk mewajantahkan tujuan.

Memang, tidak sesederhana yang kita bayangkan memang melakukan eksekusi terhadap tugas dan tanggungjawab yang dibebankan pimpinan. Meski juga tidak sesulit yang kita pikirkan. Tetapi bila diawali dengan niat, ketekunan dan kerja keras, maka tidak ada yang tidak bisa dikerjakan.

Pertanyaannya, Sudahkah para perangkat daerah paham terhadap visi misi Bupati ? Sudahkah mereka mampu melakukan eksekusi? Jawabannya hanya waktu yang menentukan.

Masyarakat juga demikian. Kadang tidak sesederhana yang kita bayangkan mengajak mereka untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Banyak faktor penyebab demikian, mulai dari kurangnya Sumber Daya Manusia, adanya ego dan ketidaktahuan terhadap tujuan dari program yang sedang dan akan dijalankan. Tentunya butuh kepekaan untuk mengatasi permasalahan itu. Butuh atensi yang besar dan energi.

SARAN dan PENUTUP
Seluruh konsep "brilian" Bupati Tapanuli Utara, Nikson Nababan Sarlandi Hutabarat sudah sangat tepat direalisasikan dewasa ini mengingat ketertinggalan kabupaten itu, selaku kabupaten induk dibanding dengan daerah sekitar yang baru mekar.

Ada secercah harapan "gemilang" yang dinantikan masyarakat sehingga Nikson Nababan dipercaya kembali untuk dua periode. Jika memang jajarannya tidak mampu mengemban tugas yang sudah dibebankan, menjadi wewenang (penuh) bupati untuk menempatkannya ke tempat yang tepat.

Tidak mudah, memang. Tetapi bupati tidak sendiri. Banyak mata dan telinga yang bisa mambantu mulai dari akademisi, profesional dan masyarakat awam. Berjalan saja sesuai aturan dengan niat yang tulus untuk mengabdi pada kesejahteraan masyarakat. Niscaya, semua tujuan yang dimimpikan akan bisa tercapai.

Penulis berharap kepada seluruh masyarakat Tapanuli Utara untuk memberikan "ruang dan waktu" kepada Nikson Nababan, dengan mendukung arah pembangunan yang sedang digalakkan untuk kesejahteraan masyarakat ke depan, yakni "Membangun Desa Menuju Bona Pasogit Sejahtera". (Tulisan ini diikutsertakan dalam lomba karya tulis jurnalis di Taput, dalam rangka kegiatan Kominfo 2019/q)
Penulis
: redaksi