Lakukan Aksi Ekstrem, Ini Perbedaan Tradisi Thaipusam dan Pawai Tatung


159 view
Instagram/@deejay_gobu
Ilustrasi festival Thaipusam di India.
Setiap negara mempunyai tradisi uniknya masing-masing. Tidak sedikit juga yang memiliki kesamaan tradisi, seperti Thaipusam dan Tatung. Thaipusam adalah tradisi yang dilakukan di India, tepatnya Suku Hindu Tamil. Sementara tradisi Tatung berasal dari Singkawang, Kalimantan Barat.

Thaipusam dan Tatung sama-sama melakukan atraksi ekstrem dengan anggota tubuh yang ditusuk benda-benda tajam. Bukan hanya sekadar atraksi, ada makna tersendiri dalam atraksi tersebut. Tradisi Thaipusam dilakukan untuk mengenang Dewa Murugan, anak dari Dewa Siwa atas kemenangannya melawan iblis jahat.

Pawai Tatung di Singkawang biasanya dilakukan saat perayaan Cap Go Meh. Pawai Tatung menjadi kegiatan yang paling ditunggu-tunggu, tidak hanya warga lokal saja. Sementara itu, tradisi Thaipusam jatuh pada bulan purnama dan dirayakan pada minggu terakhir Januari sampai awal Februari.

Seperti yang sudah dijelaskan, tradisi Thaipusam dan Tatung sama-sama melakukan aksi ekstrem. Beberapa orang yang terpilih rela menusuk tubuh mereka dengan benda-benda tajam. Namun sebelum melakukan aksi tersebut, mereka harus menjalani ritual berpuasa, supaya tidak celaka dan lebih kebal saat beraksi.

Orang-orang yang mengikuti tradisi Thaipusam akan memakai busana berwarna kuning dan jingga. Warna ini dianggap sebagai warna yang mendominasi. Berbeda dengan pawai Tatung yang orang-orangnya menggunakan busana khas Tiongkok dan baju adat Kalimantan Barat.

Nah, itu dia perbedaan tradisi Thaipusam di India dengan Tatung di Singkawang. Meskipun sama-sama melakukan atraksi yang ekstrem, ternyata dua tradisi ini punya makna dan waktu pelaksanaan yang berbeda. (Indozone.id/c)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Tag:Perbedaan
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com