Suku Wanita di Hutan Amazon, Menculik Pria-Pria Perkasa Agar Hamil


163 view
Internet
Hutan Amzon
Hutan Amzon merupakan kawasan hutan tropis terbesar di dunia yang terletak di sembilan negara, meliputi Brasil, Kolombia, Peru, Venezuela, Ekuador, Bolivia, Guyana, Suriname, dan Guyana Prancis. Total keseluruhan hutan ini mencapai tujuh juta kilometer persegi. Terdapat suku wanita di Hutan Amazon yang semua koloni adalah kaum wanita tanpa seorang pria pun. Lalu bagaimana mereka melestarikan keturunannya?

Suku wanita di hutan Amazon menjadi salah satu mitos paling legendaris di Amerika Selatan. Kelompok suku ini semuanya adalah wanita perkasa dan pandai bertarung layaknya prajurit. Mereka melarang laki-laki hidup dan berbaur dalam kelompoknya, termasuk bayi sekalipun. Konon para wanita ini sangat membenci laki-laki. Meskipun demikian mereka tetap membutuhkan seorang laki-laki agar memiliki anak dan keturunan.

Ketika seorang anggota suku sudah masuk usia menikah, para tetua akan melakukan sesuatu agar mendapat keturunan. Caranya adalah dengan mengintai kelompok suku lain yang memiliki pria perkasa. Saat waktunya tiba, mereka akan menyerang suku tersebut dan menculik pria-pria perkasa yang diincar sebelumnya. Pria itu kemudian dijadikan suami satu malam sampai sang wanita benar-benar dinyatakan positif hamil.

Namun sayangnya, jika jabang bayi yang lahir berjenis kelamin laki-laki, maka akan dibuang di tengah Hutan Amazon dan menjadi mangsa binatang buas. Namun apabila yang lahir berjenis kelamin wanita, maka bayi itu akan dirawat dan dibesarkan menjadi seorang prajurit yang ahli berperang. Mereka memiliki satu kebiasaan gila yaitu memotong sebelah payudaranya agar lebih leluasa dan fokus ketika menggunakan panah.

Masih Diragukan
Sampai sekarang, banyak yang menyangkal eksistensi suku wanita di Hutan Amazon . Hal ini karena hampir tidak ditemukan bukti nyata yang menandakan keberadaan mereka. Namun berdasarkan dari catatan tentang mitologi setempat, suku wanita ini memang benar-benar ada. Meskipun disangkal oleh para peneliti, masyarakat setempat sangat meyakini bahwa suku wanita ini masih berkeliaran di Hutan Amazon.

Hutan Amazon sangat luas, sebagian besar masih belum terjamah oleh modernitas. Tak heran banyak mitos dan legenda yang berkembang di hutan ini. Pada 9 September 2020 lalu, Moises Kampes, seorang peneliti masyarakat adat ditemukan meninggal di Hutan Amazon akibat panah milik suku asli pedalaman Amazon yang masih terisolir. Tragedi ini tidak menutup kemungkinan terkait dengan keberadaan suku wanita ini.

Bukan hanya di Amerika, legenda Suku Amazon juga ditemukan di Yunani Kuno. Mereka banyak diceritakan dalam sejumlah karya sastra populer. Salah satunya adalah Illiad karya penyair Homer. Dalam buku tersebut dikisahkan sosok Pentesilea, ratu dari Suku Amazon yang meruapakan anak Ares. Kelompok suku ini tinggal secara nomaden di kawasan utara dan timur Mediterania, tepatnya di stepa luas Eurasia.

Ratusan tahun dianggap sebagai mitos di Yunani Kuno, pada abad ke-19, bukti eksistensi keberadaan Suku Amazon berhasil ditemukan. Makam berusia 2000 tahun di daerah luar Pokrovka. Terdapat 150 makam dari orang-orang Sauromatia dan Sarmantia yang sebagian besar adalah wanita. Mereka dimakamkan layaknya petarung laki-laki dengan banyak luka akibat perang juga di tubuhnya, seperti tusukan pedang serta panah. (phinemo.com/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com