Filipina Setop Gunakan AstraZeneca untuk Non-Lansia


194 view
(AP/Aaron Favila)
Filipina menghentikan sementara penggunaan vaksin virus corona AstraZeneca untuk warga usia di bawah 60 tahun. Ilustrasi tenaga medis di Filipina dalam menghadapi virus corona.
Jakarta (SIB)
Badan Kesehatan Filipina menghentikan sementara penggunaan vaksin virus corona (Covid-19) AstraZeneca untuk warga usia di bawah 60 tahun.

Langkah itu dilakukan Filipina setelah badan pengawas obat Uni Eropa, European Medicines Agency (EMA), menetapkan bahwa kasus pembekuan darah merupakan efek samping dari vaksin AstraZeneca, walau jumlahnya sangat minim.

Kepala Administrasi Makanan dan Obat Filipina, Enrique Domingo, mengatakan sampai saat ini pihaknya belum menemukan kasus pembekuan darah terhadap orang-orang yang disuntik vaksin AstraZeneca.

"Penghentian sementara ini tidak berarti bahwa vaksin itu tidak aman atau tidak efektif, itu hanya berarti kami mengambil tindakan pencegahan untuk memastikan keamanan setiap warga Filipina," kata Domingo Kamis (8/4).

Dilansir Reuters, Filipina masih berjuang meredam penularan corona yang melonjak signifikan dalam beberapa bulan terakhir.

Penundaan sementara penggunaan vaksin AstraZeneca terjadi ketika pemerintahan Presiden Rodrigo Duterte justru tengah menggenjot program vaksinasi nasional demi mengurangi penularan Covid-19 dan meringankan beban lembaga kesehatan.

Filipina memulai program vaksinasi corona pada 1 Maret lalu yang diawali oleh inokulasi kepada seluruh tenaga medis. Sejak itu, vaksinasi diprioritaskan bagi lansia dan warga pengidap penyakit bawaan.

Filipina sejauh ini sudah mendapat 525.600 dosis vaksin AstraZeneca melalui skema kerja sama multilateral yang difasilitasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), COVAX. Sementara itu, Filipina bakal menerima 2,6 juta dosis vaksin yang dibeli oleh sektor swasta dan akan dikirim Mei mendatang.

Sampai saat ini, Filipina sudah menyuntikkan 923 ribu dosis vaksin Sinovac dan AstraZeneca. Mereka menargetkan bisa melakukan vaksinasi terhadap 70 juta warga dari total 108 juta populasinya pada tahun ini. (CNNI/a)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Tag:Filipina
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com