Swiss Bekukan Aset Puluhan Juta Dolar AS Terkait 1MDB

Terus Dikritik, PM Najib Sentil Mahathir Mohamad


304 view
Bern (SIB)- Otoritas Swiss membekukan sejumlah aset pada rekening bank terkait penyelidikan terhadap 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Swiss menyelidiki 1MDB terkait dugaan korupsi dan pencucian uang. Baik otoritas Swiss maupun otoritas Malaysia melakukan penyelidikan pidana terhadap 1MDB, yang badan penasihatnya dipimpin oleh Perdana Menteri Malaysia Najib Razak. 1MDB dilanda kontroversi terkait utang US$ 11 miliar dan dugaan penyelewengan pengelolaan keuangan.

"Kantor Jaksa Agung Swiss (OAG) telah membekukan sejumlah aset bernilai hingga puluhan juta dolar AS pada beberapa rekening bank Swiss," demikian pernyataan juru bicara OAG dalam keterangannya, seperti dilansir Reuters, Kamis (3/9).

"Pada tahap awal ini, OAG melakukan analisis dan mengonsolidasikan bukti-bukti yang ada. OAG sudah melakukan komunikasi dengan otoritas Malaysia. Kerja sama internasional dengan negara-negara lain, khususnya Malaysia, mungkin akan diperlukan untuk membangun fakta-fakta," imbuhnya.

Sementara itu di Malaysia, pihak 1MDB mengaku telah mengetahui laporan sementara otoritas Swiss. "Sepengetahuan 1MDB, tidak ada rekening milik perusahaan (1MDB) yang dibekukan. 1MDB tengah dalam proses mengembangkan pemahaman yang lebih baik terhadap penyelidikan yang tengah berlangsung di Swiss, agar perusahaan bisa bekerja sama secara penuh," demikian pernyataan 1MDB.

Otoritas Keuangan Swiss, FINMA menyatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan bersama beberapa bank di Swiss, terkait dugaan adanya bank yang pernah berurusan dengan 1MDB. Penyelidikan oleh otoritas Swiss ini dimulai bulan lalu, terhadap dua eksekutif 1MDB dan juga seseorang yang tidak disebut identitasnya, terkait dugaan korupsi oleh pejabat asing, penyelewengan dalam perusahaan publik dan pencucian uang "Proses-proses tersebut didasarkan atas dua pemberitahuan adanya transaksi mencurigakan dari unit intelijen keuangan Swiss, MROS," demikian pernyataan OAG. 

Sementara perseteruan antara PM Najib Razak dengan pendahulunya, Mahathir Mohamad memasuki babak baru. PM Najib menyentil Mahathir yang terus mengkritiknya. PM Najib menyebut Mahathir seharusnya tidak perlu banyak tampil ke hadapan publik karena sudah tidak berkuasa lagi. "Dia sudah bukan perdana menteri lagi, tidak seharusnya dia menjadi pusat perhatian," tutur PM Najib saat menjadi pembicara dalam Simposium Pasar Modal Dunia, seperti dilansir media setempat.

Meskipun sudah tidak menjabat sebagai PM Malaysia, Mahathir yang berusia 90 tahun masih menjadi tokoh berpengaruh di Malaysia. Mahathir yang awalnya merupakan sekutu PM Najib, kini berbalik menjadi salah satu pengkritik paling keras.

Terlebih setelah PM Najib terseret skandal korupsi perusahaan investasi milik negara, 1Malaysia Development Berhad (1MDB). Mahathir juga berulang kali menyerukan kepada PM Najib untuk mengundurkan diri dari jabatannya. Dalam pernyataannya mengenai Mahathir, PM Najib tidak secara terang-terangan menyebut namanya. Tapi pernyataan ini sudah jelas ditujukan kepada sosok Mahathir.

"Tidak pernah dalam mimpi paling liar saya sekalipun, saya berpikir bahwa salah satu pendahulu saya akan berbalik melawan saya dengan cara seperti ini," sebut PM Najib. PM Najib bersikeras tidak akan mundur dari jabatannya. Dia menyatakan, pemerintah Malaysia memiliki cara tersendiri untuk menyelesaikan kasus 1MDB.

Baru-baru ini, kepolisian Malaysia memanggil Mahathir untuk dimintai keterangan. Hal ini terkait kedatangan dan pernyataan Mahathir dalam demo Bersih 4.0. Dalam pernyataannya di depan pers, Minggu (30/8), Mahathir menyebut Najib pemimpin korup dan mengatakan bahwa rakyat secara keseluruhan tidak menginginkan dia. Mahathir bahkan terang-terangan mengajak rakyat Malaysia untuk melakukan gerakan guna menggulingkan Najib. (Detikcom/h)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com