12 Orang Tewas Dipenggal ISIS di Mozambik


109 view
Foto: AFP
ilustrasi ISIS
Maputo (SIB)
Sedikitnya 12 orang ditemukan tewas dipenggal usai sebuah serangan yang diklaim oleh kelompok radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) di kota Palma, Mozambik. Dugaan menyebut belasan orang yang dipenggal itu merupakan warga negara asing.

Seperti dilansir, Jumat (9/4), komandan kepolisian setempat, Pedro da Silva, menuturkan kepada wartawan yang mengunjungi kota Palma bahwa dirinya tidak bisa memastikan asal kewarganegaraan 12 orang yang dipenggal.

Namun demikian, dia meyakini mereka merupakan warga negara asing karena berkulit putih.

"Mereka diikat dan dipenggal di sini," tutur Da Silva dalam tayangan televisi lokal, TVM, sembari menunjuk pada area tempat belasan orang itu dikuburkan.

Kelompok pemberontak terkait ISIS semakin meningkatkan aktivitasnya sejak tahun 2017 di Provinsi Cabo Delgado, yang menjadi lokasi kota Palma. Namun tidak diketahui secara jelas apakah kelompok itu memiliki tujuan yang sama.

Otoritas Mozambik menuturkan bahwa puluhan orang tewas dalam serangan terbaru yang dimulai 24 Maret, dan kelompok kemanusiaan meyakini puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal. Namun skala penuh untuk jumlah korban tewas dan jumlah warga yang mengungsi tidak diketahui secara jelas.

Juru bicara Kepolisian Nasional Mozambik, Orlando Mudumane, menyatakan dirinya telah menonton tayangan TVM namun tidak bisa mengonfirmasi kebenarannya. Mudumane menyatakan pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan.

Reuters belum bisa memverifikasi keterangan soal serangan di Palma secara independen. Sebagian besar saluran telekomunikasi di kota itu terputus setelah serangan terjadi. Namun militer Mozambik menyatakan kota Palma sekarang aman, setelah tentara membersihkan satu bagian terakhir kota dari pemberontak.

Tayangan TVM itu direkam di luar hotel Amarula, saat sekelompok orang, termasuk warga negara asing dan warga setempat, dikepung pemberontak beberapa hari usai serangan. Kelompok itu berupaya kabur dengan konvoi mobil pada 26 Maret, namun disergap di luar gerbang.

Otoritas Mozambik menyebut tujuh orang tewas, dengan dua di antaranya merupakan warga Inggris dan warga Afrika Selatan.

Pada Kamis (8/4) waktu setempat, sejumlah pemimpin dari Afrika Selatan, Zimbabwe, dan Botswana menggelar pertemuan di ibu kota Maputo untuk membahas respons terhadap serangan pemberontak tersebut. Menteri Luar Negeri Mozambik, Veronica Macamo Dlhovo, menyatakan bahwa para pemimpin bertekad mengirimkan misi ke Mozambik bulan ini. (detikcom/f)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Koran SIB
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com