2 Hari Berturut-turut, AS Suntikkan 3 Juta Lebih Vaksin Corona Sehari


138 view
(Foto: Getty Images/iStockphoto/Artem Zakharov)
ilustrasi 
Jakarta (SIB)
Amerika Serikat untuk pertama kalinya memberikan lebih dari tiga juta dosis vaksin Covid-19 sehari selama dua hari berturut-turut. Demikian menurut angka resmi yang diterbitkan Minggu (21/3) waktu setempat.

Angka-angka baru dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) tersebut mengkonfirmasi pertumbuhan jangkauan dan keberhasilan peluncuran vaksinasi Corona di AS.

CDC melaporkan 3,04 juta dosis vaksin telah diberikan dalam 24 jam hingga Minggu pagi waktu setempat, setelah 3,12 juta dosis diberikan pada hari sebelumnya. Disebutkan bahwa rata-rata dalam tujuh hari terakhir adalah 2,44 juta dosis sehari.

"Pertama kali kita memiliki 3 juta atau lebih dalam dua hari berturut-turut. Juga hari kedua berturut-turut melaporkan lebih dari 2 juta dosis pertama per hari," cuit Cyrus Shahpar, direktur data Covid-19 Gedung Putih, Senin (22/3).

"Membuat kemajuan!" imbuhnya.
Amerika Serikat sejauh ini menderita lebih banyak kematian akibat virus Corona - sekitar 542.000 kematian hingga saat ini - daripada negara-negara lain.

Namun, vaksinasi di AS juga tercatat sebagai salah satu peluncuran vaksin yang lebih sukses dibandingkan negara lain.
CDC mengatakan 24,5 persen penduduk AS sekarang telah menerima setidaknya satu dosis, sementara 13,3 persen telah divaksinasi penuh atau mendapatkan dosis kedua.

Di antara orang berusia 65 tahun ke atas, 69 persen di antaranya telah menerima setidaknya satu dosis.
Sebelumnya, Presiden Joe Biden mengatakan bahwa negara itu telah melampaui target yang ditetapkannya yaitu 100 juta orang mendapatkan setidaknya satu dosis dalam 100 hari pertamanya sebagai presiden.

"Kita mungkin bisa menggandakannya," katanya kepada wartawan.
Tiga vaksin sekarang telah mendapat izin penggunaan di Amerika Serikat: vaksin Pfizer/BioNTech dan Moderna yang merupakan vaksin dua dosis dan vaksin dosis tunggal Johnson & Johnson.

Meskipun banyak negara masih berjuang untuk mendapatkan pasokan vaksin, pemerintah AS mengatakan telah memesan cukup banyak untuk dapat memvaksinasi semua orang dewasa pada akhir Mei mendatang. (Detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib.com edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com