Al-Qaeda Salahkan Obama Terkait Operasi Gagal di Yaman


279 view
Sanaa (SIB)- Militan Al-Qaeda di Yaman menyalahkan Amerika Serikat atas kematian dua sandera dalam operasi pembebasan yang gagal. Mereka menyebut AS bertindak bodoh karena mengerahkan tentaranya dan bukannya mengutamakan perundingan. "Presiden Barack Obama dan pemerintahannya tahu ada keadilan dalam tuntutan kami, dan mereka setidaknya bisa berunding dengan kami soal hal itu, atau tulus dalam persoalan ini," tutur tokoh dari Al-Qaeda in Arabian Peninsula (AQAP), Nasser bin Ali al-Ansi dalam videonya seperti dilansir Reuters, Kamis (11/12).

"Meskipun kita peringatkan dia (Obama-red) untuk tidak bertindak bodoh ... dia memilih solusi militer, yang pernah gagal sebelumnya dan kembali gagal lagi," imbuhnya dalam video yang dipublikasikan oleh SITE Intelligence, yang merupakan kelompok pemantau militan.

Jurnalis AS, Luke Somers (33) dan seorang guru asal Afrika Selatan Pierre Korkie (56) tewas ditembak oleh penculik ketika operasi pembebasan dilakukan pasukan khusus AS dengan bantuan tentara Yaman di distrik Wadi Abadan, Shabwa yang merupakan markas besar AQAP.

Menurut warga setempat, seorang bocah berusia 10 tahun dan seorang pemimpin Al-Qaeda jaringan lokal masuk dalam daftar 11 orang yang juga tewas dalam operasi militer tersebut.

Operasi pembebasan tersebut merupakan yang kedua kalinya dilakukan militer AS untuk membebaskan Somers dalam waktu 10 hari. Saat operasi pertama dilakukan, Somers dan beberapa sandera lainnya telah dipindahkan terlebih dahulu ke lokasi lainnya.

Dalam videonya yang lain, Ansi juga menyampaikan ultimatum kepada AS untuk menuruti tuntutannya dalam waktu 3 hari semenjak video tersebut dirilis.

 Dalam video tersebut, Ansi mengecam pemenjaraan ulama terkenal Mesir dan seorang wanita yang merupakan ahli saraf asal Pakistan atas dakwaan terorisme.

Pernyataan Ansi tersebut mengisyaratkan pembebasan mereka untuk ditukar dengan Somers. Namun rupanya AS memilih cara militer untuk membebaskan Somers. (Rtr/dtc/c)
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com