Anak-anak Korban Gempa Nepal Dijual ke Inggris


183 view
Anak-anak Korban Gempa Nepal Dijual ke Inggris
SIB/Huffingtonpost
Anak-anak Nepal berkumpul di satu tempat penampungan pasca gempa yang mengguncang negara pegunungan Himalaya tersebut pada April 2015 lalu, yang menewaskan hampir 9000 orang.
London (SIB)- Satu investigasi mengungkap, anak-anak yang selamat dari gempa Nepal dijual ke keluarga-keluarga Inggris dengan harga beberapa ribu poundsterling dan dipekerjakan sebagai pembantu rumah tangga. Anak-anak berusia paling muda 10 tahun dijual oleh sekelompok geng yang beroperasi di Punjab, India, dengan harga 5.250 poundsterling atau sekitar Rp 98 juta. Geng ini mengincar anak-anak pengungsi Nepal dan keluarga miskin India. Demikian dikabarkan harian The Sun.

Menteri Dalam Negeri Inggris, Theresa May mengatakan, penjualan anak merupakan kejahatan nyata dan meminta aparat keamanan menginvestigasi temuan harian The Sun itu. "Tak ada anak di dunia ini yang boleh diambil begitu saja dari rumahnya dan dipaksa bekerja dalam perbudakan," ujar Theresa.

"Itulah sebabnya Inggris memperkenalkan Undang-undang anti-perbudakan modern tahun lalu yang akan memberi perlindungan terhadap anak korban perbudakan dan memenjarakan pelakunya seumur hidup," tambah Theresa. Theresa kemudian meminta agar harian The Sun membagi informasi yang diperoleh dengan kepolisian sehingga langkah yang tepat bisa diambil untuk memberantas kejahatan ini. Harian The Sun menulis bahwa anak-anak pengungsi Nepal itu dijual ke keluarga-keluarga kaya di Inggris untuk digunakan sebagai pembantu rumah tangga yang tak digaji.

Masih menurut harian itu, seorang penjual anak bernama Makkhan Singh menjajarkan anak-anak itu untuk dipilih reporter The Sun yang menyamar. "Kami memiliki persediaan anak-anak yang akan berangkat ke Inggris. Sebagian besar dari mereka berasal dari Nepal," kata Singh. "Untuk seorang anak laki-laki harga minimal adalah 5.250 poundsterling. Lalu masih ada biaya untuk ongkos memberangkatkan dia ke Inggris yang ditanggung pembeli di luar harga yang dibayarkan," tambah Singh.

"Bawa anak Nepal ke Inggris. Mereka anak baik. Mereka mampu mengerjakan pekerjaan rumah dan pandai memasak. Tak akan ada yang mengejarmu," tambah Singh kepada reporter The Sun. Gempa dahsyat berkekuatan 7,8 dalam skala Richter mengguncang Nepal pada 25 April 2015, menewaskan hampir 9.000 orang dan membuat jutaan orang lainnya tergantung pada bantuan. (Telegraph/kps.com/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com