Bangladesh Kirim 1.600 Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil


326 view
Bangladesh Kirim 1.600 Pengungsi Rohingya ke Pulau Terpencil
AP/Zik Maulana
Pengungsi Rohingya.

Jakarta (SIB)

Pihak berwenang Bangladesh, Jumat (4/12) merelokasi 1.642 pengungsi Rohingya ke sebuah pulau terpencil, Bhashan Char, tak mengindahkan larangan yang diserukan kelompok hak asasi manusia.

Upaya relokasi diperkirakan akan dilakukan lewat beberapa gelombang.

Menurut pejabat yang enggan disebutkan namanya, relokasi gelombang pertama dilakukan menggunakan tujuh kapal angkatan laut Bangladesh di pelabuhan Chittagong menuju pulau Bhashan Char.

Dia menambahkan, sebelas bus yang mengangkut rombongan pengungsi telah meninggalkan distrik Cox's Bazar, Kamis (3/12) untuk menuju pulau tersebut.

Namun, pihak berwenang Cox's Bazar tidak mengatakan bagaimana pihaknya memilih para pengungsi untuk direlokasi.

Pulau Bhashan Char terletak 34 kilometer dari Bangladesh, pulau itu muncul pertama kali 20 tahun yang lalu dan tidak pernah dihuni.

Dulunya, pulau itu sering dilanda banjir akibat hujan monsun Media asing pun belum diizinkan mengunjungi pulau tersebut.

Tapi menjelang upaya relokasi, angkatan laut Bangladesh dilaporkan telah membangun tanggul pelindung banjir, rumah sakit, perumahan, dan masjid di sana. Pembangunan menelan biaya lebih dari US$112 juta atau sekitar Rp1,5 miliar.

Para kontraktor mengatakan infrastruktur yang dibangun di sana menyerupai kota modern dengan rumah dari beton, sekolah, taman bermain, dan jalan.

Tak hanya itu, pulau tersebut juga telah dilengkapi dengan fasilitas tenaga surya, sistem pasokan air, dan tempat perlindungan dari terjangan topan.

Badan bantuan internasional dan PBB menentang keras upaya itu sejak pertama kali diusulkan pada 2015. Mereka khawatir badai besar berpotensi membanjiri pulau itu dan membahayakan ribuan nyawa.

Dalam sebuah pernyataan pada Rabu, PBB mengatakan pihaknya belum terlibat dalam persiapan relokasi dan hanya memiliki informasi yang terbatas mengenai keseluruhan rencana tersebut.

"Perserikatan Bangsa-Bangsa menggunakan kesempatan ini untuk menyoroti bahwa pengungsi Rohingya harus bisa membuat keputusan yang bebas dan terinformasi tentang relokasi ke Bhasan Char berdasarkan informasi yang relevan, akurat, dan terkini," ujarnya.

Selain itu, Amnesti International dan Human Rights Watch juga mendesak pemerintah Bangladesh untuk membatalkan rencana relokasi.

Kondisi kamp pengungsian etnis Rohingya saat ini dinilai memprihatinkan. Kamp yang berlokasi di dekat kota Cox's Bazar itu penuh sesak dan tidak higienis.

Selain itu, penyakit dan kejahatan terorganisir mulai merajalela dan pengungsi tidak diperbolehkan bekerja. Meski demikian, sebagian besar pengungsi tetap enggan kembali ke Myanmar karena masalah keamanan.

Tercatat sekitar 700 ribu kelompok Muslim Rohingya telah melarikan diri ke kamp-kamp di Cox's Bazar ketika militer Myanmar mulai bertindak keras terhadap kelompok minoritas tersebut.

Tindakan keras yang mereka terima termasuk pemerkosaan, pembunuhan, dan pembakaran ribuan rumah. Para kelompok hak asasi global dan PBB menyebut tindakan itu sebagai pembersihan etnis. (CNNI/f)

Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com