Bentrokan Pecah di Yaman, Gedung Kedubes Iran Terbakar


351 view
Sana'a (SIB) -Kebakaran melalap kedutaan besar Iran di Sanaa, Yaman, Minggu (3/12), akibat bentrokan antara kelompok Houthi dan loyalis mantan presiden Yaman, Ali Abdullah Saleh. Kedubes itu terletak di dekat dengan istana kepresidenan dan dekat dengan kediaman salah satu putra Saleh, di barat daya Sanaa.

Api meluas ketika kedutaan diserang dengan senjata berat, dengan 20 staf kedutaan yang terjebak di dalam gedung tersebut. Sebanyak lebih 100 mayat terlihat memenuhi jalanan menuju kompleks diplomatik di area Hadda. Seorang pejabat dari Houthi mengatakan, setidaknya 200 orang militan dari kedua pihak yang bertikai telah terbunuh, dan masih banyak lagi orang yang terluka dalam bentrokan di dekat kedutaan besar Iran itu.

Kedubes tersebut berada di dataran tinggi yang dikuasai oleh pemberontak Houthi yang didukung Iran, di mana koalisi pimpinan arab Saudi melancarkan serangan udara sebanyak lima kali pada Sabtu (2/12) tengah malam waktu setempat.

Saluran televisi Al Arabiya di Saudi melaporkan koalisi tersebut telah menyerang dataran tinggi untuk mendukung pasukan loyalis Saleh, yang memerangi kelompok Houthi di Sanaa. Pemimpin Houthi, Abdul Malek Al Houthi, menuduh Saleh telah mengkhianati dan bersumpah untuk terus berjuang melawan koalisi pimpinan Saudi.

Bentrokan berkecamuk selama berjam-jam, setelah kelompok Houthi mengklaim telah melepaskan rudal jelajah jarak jaug ke reaktor nuklir Barakah, di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. "Rudal tersebut mencapai sasaran secara akurat di Abu Dhabi," kata seorang perwira militer Houthi. Namun, UEA menyangkal klaim Houthi, dan menyatakan negaranya aman dari serangan rudal.

 Sebelumnya kelompok Houthi di Yaman mengklaim bahwa mereka telah meluncurkan rudal kendali ke  pembangkit listrik bertenaga nuklir (PLT Nuklir) yang tengah dibangun di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab. Kendati demikian, media pemerintah UEA segera membantah kabar tersebut.

Situs resmi Houthi menyampaikan bahwa mereka telah meluncurkan misil ke lokasi strategis di reaktor PLTN di Barakah, Abu Dhabi, pada 2 Desember lalu. Situs itu juga menjelaskan bahwa rudal tersebut "telah berhasil menghancurkan target".

Peluncuran rudal itu diklaim oleh Houthi sebagai aksi balasan terhadap blokade laut dan udara yang dilakukan oleh kelompok pro-Presiden Yaman Abdrabbuh Mansour Hadi yang didukung Arab Saudi (koalisi Hadi - Saudi). Blokade itu telah terjadi sejak akhir November lalu. Blokade tersebut, "memberikan alasan bagi warga Yaman (pro-Houthi) untuk melakukan langkah selanjutnya", klaim situs itu.

Menilai kabar tersebut sebagai sebuah upaya propaganda, media pemerintah UEA, WAM membantah peluncuran rudal tersebut. Media itu juga membantah misil kendali yang diklaim Houthi telah berhasil menghancurkan sebuah reaktor PLT Nuklir di Barakah, Abu Dhabi. Menambahkan lewat akun Twitter, WAM menulis, "UEA (juga) memiliki sistem pertahanan udara yang mampu mengatasi berbagai ancaman. Dan proyek reaktor nuklir di Barakah tetap aman."

Klaim peluncuran rudal itu merupakan kali kedua yang dilakukan oleh Houthi sepanjang 2017 ini. Klaim semacam itu seakan merupakan cara Houthi untuk merespons operasi serangan udara yang dilakukan oleh koalisi Hadi - Saudi di Yaman. Koalisi Hadi - Saudi telah menargetkan pemberontak Houthi dengan serangan udara. Sebagai balasan, Houthi pun kerap meluncurkan sejumlah rudal balistik ke wilayah Saudi.

Meski tak strategis dan hanya menimbulkan sedikit kerusakan, ancaman rudal Houthi menimbulkan kecemasan bagi warga Saudi. Klaim-klaim bermuatan propaganda seperti yang -- diduga -- dilakukan pada reaktor PLT Nuklir Abu Dhabi juga menjadi salah satu opsi yang dilakukan oleh kelompok pemberontak Houthi. PLT Nuklir di Barakah terletak di gurun pasir Abu Dhabi barat, dekat dengan perbatasan UEA - Arab Saudi. Proyek yang dibangun oleh Korea Electric Power Coorporation itu akan beroperasi tahun depan. (kps/f)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com