China Selamatkan Uang Negara Rp 1,5 Triliun yang Dikorupsi 450 Orang


730 view
Beijing (SIB)- Otoritas China telah menyelamatkan uang negara sebesar 730 juta yuan atau setara Rp 1,5 triliun yang dikorupsi secara massal. Uang sebanyak itu merupakan bagian dari anggaran program pengurangan kemiskinan di berbagai wilayah China.

Dilaporkan kantor berita China, Xinhua, seperti dilansir Reuters, Sabtu (30/12), nyaris 450 orang telah dijerat dakwaan pidana terkait penyelewengan dana program pemerintah itu. Mereka yang terlibat korupsi massal ini berasal dari 28 provinsi di China. Xinhua mengutip Kementerian Keuangan dan Dewan Negara pada Kantor Pengembangan dan Pengurangan Kemiskinan dalam laporannya ini. Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal cara dana sebesar itu diselewengkan.

Pemerintah China sebelumnya telah berjanji untuk menghapuskan kemiskinan pada tahun 2020 mendatang. Program penghapusan kemiskinan ini menargetkan 70 juta orang yang dinyatakan hidup di bawah garis kemiskinan di seluruh wilayah China. Namun para peneliti dan pekerja sosial menyatakan solusi abadi untuk masalah kemiskinan membutuhkan waktu lebih lama.

Xinhua melaporkan, pemerintah China telah menghabiskan anggaran sebesar 196,1 miliar yuan (Rp 409,6 triliun) untuk program pengurangan kemiskinan dalam kurun waktu empat tahun terakhir. Program ini melibatkan banyak proyek infrastruktur, kemudian subsidi untuk pendidikan juga layanan kesehatan.

Awal bulan ini, Kepala Kantor Audit Nasional, Hu Zejun, menyebut pemerintah China telah menghukum total 970 orang yang telah menyelewengkan dana dari program yang sama. Namun tidak diketahui pasti apakah jumlah itu termasuk 450 orang yang dijerat dakwaan korupsi terkait penyelewengan dana Rp 1,5 triliun.

Ditambahkan oleh Hu Zejun bahwa total 101.800 orang telah dikeluarkan dari daftar warga miskin yang dicatat pemerintah, sedangkan 95 ribu orang lainnya baru ditambahkan. Mereka yang dikeluarkan dianggap tidak tergolong sebagai warga miskin. (Detikcom/f)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com