Duterte Perintahkan Bom Semua Ekstremis Meski Bawa Sandera

* Ancam Terapkan Darurat Militer untuk Perangi Narkoba

151 view
Manila (SIB) -Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, memerintahkan tentara pemerintahnya untuk mengebom semua ekstremis meskipun mereka sedang bersama sandera warga sipil. "Jika ada penculik dan mereka mencoba kabur, bom semuanya. Mereka bilang itu 'sandera,' tapi maaf, itu harus dilakukan," ujar Duterte dalam suatu pidato di hadapan para pebisnis di Davao City sebagaimana dikutip Asia One, Senin (16/1).

Duterte mengatakan, pemerintah harus mengambil sikap tegas untuk memberikan efek jera agar para kelompok ekstremis yang bercokol di selatan negaranya tak lagi melakukan penculikan demi mendapatkan tebusan. "Kalian tidak akan mendapatkan keuntungan dari perbuatan salah. Saya benar-benar akan meledakkan kalian," ucap Duterte. Ia pun memperingatkan para warga untuk berhati-hati dengan berkata, "Jadi, sungguh, jangan biarkan diri kalian diculik." Perintah Duterte ini menimbulkan tanda tanya mengenai nasib sandera warga asing, termasuk dari Indonesia, yang masih disekap oleh kelompok militan di selatan Filipina.

Menanggapi pernyataan Duterte ini, Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia Kementerian Luar Negeri RI, Lalu Muhamad Iqbal, mengatakan bahwa Indonesia sangat memahami keinginan besar Duterte untuk memberantas kriminal dan mendukung upaya tersebut. "Masalah penyerangan terhadap militan di Filipina, kami percaya pemerintah Filipina punya kebijaksanaan sendiri, tapi satu hal, sejak awal kami sudah sepakat bahwa keselamatan sandera tetap jadi prioritas bersama," tutur Iqbal.

Menurut Iqbal, hingga kini masih ada empat WNI yang menjadi sandera kelompok militan di Filipina. "Sekarang dua orang di Sulu, dua orang lagi di Tawi-Tawi. Dari komunikasi terakhir dengan keluarga, mereka baik-baik saja. Kami terus mengupayakan penyelamatan," kata Iqbal. Masalah penyanderaan ini menjadi perhatian khusus bagi Indonesia, Filipina, dan Malaysia. Pasalnya, selama sekitar setahun belakangan, Kelompok militan Filipina kerap menyandera awak kapal yang sedang berlayar di perairan di antara ketiga negara. Filipina, Malaysia, dan Indonesia pun sudah menyepakati patroli terkoordinasi di wilayah perairan di antara ketiga negara.

Ancam Terapkan Darurat Militer
Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, mengatakan bahwa ia tak akan segan menerapkan kembali darurat militer jika peredaran narkoba di negaranya terus berkembang dan menjadi "sangat jahat." "Jika saya mau, jika semua ini sudah menjadi sangat jahat, saya akan mendeklarasikan darurat militer," ujar Duterte, dikutip Reuters, Senin (16/1). Pernyataan ini dilontarkan Duterte hanya berselang sebulan setelah ia sendiri mengatakan tak mungkin menerapkan darurat militer di Filipina. "Itu tidak masuk akal. Kami sudah pernah menerapkan darurat militer. Apa yang terjadi? Apakah kehidupan kami lebih baik? Tidak sama sekali," ucap Duterte kala itu. Pemerintahan Filipina menerapkan darurat militer selama sekitar satu dekade sejak awal medio 1970-an.

Sejumlah anggota parlemen mengatakan, kekejaman selama darurat militer itu masih segar di ingatan rakyat. Mereka pun akan berupaya agar pernyataan Duterte itu tak terwujud. "Semua warga Filipina yang cinta kebebasan harus bersiap menghadapi diktator lagi untuk melindungi rakyat Filipina, untuk menjaga bangsa saya," ucap seorang anggota Senat Filipina, Antonio Trillanes IV. Namun, Duterte mengatakan bahwa tak ada yang dapat menghentikan langkahnya jika nantinya ia benar-benar ingin menerapkan darurat militer.

Sejak masa kampanye hingga dilantik menjadi presiden pada pertengahan tahun lalu, Duterte memang selalu menyoroti peredaran narkoba di negaranya yang ia sebut sudah seperti "penyakit kanker stadium akhir." Ia pun menggencarkan kampanye anti-narkoba. Sejak kampanye itu dijalankan, setidaknya 5.000 pengedar narkoba tewas tanpa proses hukum yang jelas. Sekitar 2.000 di antaranya tewas di tangan polisi, sementara sisanya akibat pertikaian antar-geng narkoba. (AO/Rtr/CNNI/l)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com