Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran akan Balas Dendam

* Israel Tidak Tahu Menahu

379 view
Ilmuwan Nuklirnya Dibunuh, Iran akan Balas Dendam
Sumber Foto : trtworld.com
Mohsen Fakhrizadeh 
Teheran (SIB)
Perdebatan sedang berlangsung di Iran soal bagaimana dan kapan respons atas pembunuhan ilmuwan nuklir terkemuka akan dilakukan. Jenazah sang ilmuwan telah diberi penghormatan terakhir sebelum dimakamkan. Seperti dilansir AFP, Senin (30/11), ilmuwan nuklir Iran yang bernama Mohsen Fakhrizadeh tewas akibat luka-luka yang dideritanya saat terjadi baku tembak antara pengawalnya dengan sekelompok pria bersenjata di Teheran, pekan lalu.

Dua hari kemudian, parlemen Iran meminta pemeriksa internasional untuk situs nuklir Iran agar menghentikan pemeriksaan. Pejabat top Iran mengisyaratkan bahwa Iran harus meninggalkan kesepakatan non-proliferasi global.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran biasanya menangani keputusan terkait program nuklir Iran dan rancangan undang-undang dari parlemen harus disetujui oleh Dewan Wali Iran. Presiden Hassan Rouhani telah menekankan bahwa Iran akan membalas dendam pada “waktu yang tepat dan tidak akan terburu-buru ke dalam perangkap.”

Kepala Dewan Kemanfaatan Iran -- badan penasihat dan arbitrase, Mohsen Rezai, menyatakan” tidak ada alasan mengapa (Iran) tidak seharusnya mempertimbangkan kembali Kesepakatan Proliferasi Nuklir. Rezai menyatakan Iran juga harus menghentikan penerapan protokol tambahan -- dokumen yang mengatur inspeksi fasilitas nuklir Iran.

Dilaporkan kantor berita ISNA, Rezai menyerukan agar badan atom Iran mengambil langkah minimum seperti 'menghentikan kamera-kamera siaran online, mengurang atau menangguhkan para pemeriksa dan menerapkan pembatasan terhadap akses mereka' di situs-situs nuklir Iran.

Sementara Ketua parlemen Iran, Mohammad-Bagher Galibaf, menyerukan reaksi keras yang akan membuat jera dan membalas dendam terhadap pihak di balik pembunuhan Fakhrizadeh. Parlemen Iran menegaskan bahwa respons terbaik terhadap pembunuhan itu adalah membangkitkan industri nuklir Iran yang mulia. Dalam pernyataan yang ditandatangani oleh 290 anggota parlemen Iran, disebutkan bahwa pembunuhan itu menunjukkan Israel, Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutu mereka telah menjadi 'kurang ajar' dalam 'teror dan sabotase' terhadap Iran.

Pernyataan itu menyerukan para pemeriksa dari Badan Energi Atom Internasional (IAEA) agar dilarang mengunjungi situs nuklir Iran. Beberapa anggota parlemen Iran sebelumnya menuduh para pemeriksa IAEA bertindak sebagai 'mata-mata' yang berpotensi bertanggung jawab atas kematian Fakhrizadeh.

Namun juru bicara badan energi atom Iran, Behrouz Kamalvandi, menuturkan kepada IRNA bahwa persoalan akses para pemeriksa IAEA 'harus diputuskan pada tingkat tinggi' dalam kepemimpinan Iran.

Israel Tidak Tahu Menahu
Sementara itu, seorang menteri Israel mengakui dirinya tidak tahu-menahu soal siapa dalang pembunuhan tersebut. Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuding Israel dalang di balik pembunuhan ilmuwan nuklir tersebut.

Seperti dilansir Reuters, Senin (30/11), Tzachi Hanegbi yang menjawab Menteri Urusan Permukiman Israel menyampaikan komentar tersebut dalam acara Meet the Press yang digelar media Israel, N12, pada Sabtu (28/11) waktu setempat.

"Saya tidak tahu siapa yang melakukannya," ucap Hanegbi yang juga orang kepercayaan Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu ini. "Bukannya mulut saya tertutup karena saya bertanggung jawab, saya sungguh tidak tahu," tegasnya, merujuk pada pembunuh ilmuwan terkemuka Iran.

Israel yang disalah atas pembunuhan itu, menyebut Fakhrizadeh sebagai kepala program nuklir militer Iran, yang keberadaannya terus disangkal otoritas Iran.

AS diketahui telah menjatuhkan sanksi terhadap Fakhrizadeh tahun 2008 lalu untuk aktivitas terkait nuklir Iran. Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, menyerukan pada Sabtu (28/11) waktu setempat bahwa pembunuh Fakhrizadeh harus dihukum.

Laporan media-media Iran menyebut jenazah Fakhrizadeh dibawa ke lokasi seremoni penghormatan di kuil Syiah di Qom, sebelum dibawa ke kuil pendiri Iran, Imam Khomeini. Pemakaman Fakhrizadeh akan digelar pada Senin (30/11) waktu setempat dengan kehadiran para komandan militer senior Iran dan keluarganya. Lokasi pemakamannya tidak disebut lebih lanjut. (AFP/dtc/Independent/kps/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Harian SIB Edisi Cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com