Kabur dari Kudeta, Puluhan Warga Myanmar ‘Terdampar’ di Perbatasan India


221 view
Kabur dari Kudeta, Puluhan Warga Myanmar ‘Terdampar’ di Perbatasan India
(AFP/STR)
Tentara Myanmar memblokir ruas jalanan di Yangon
New Delhi (SIB)
Puluhan warga Myanmar dilaporkan menunggu di perbatasan untuk masuk ke wilayah India, setelah melarikan diri dari negaranya yang dilanda kekacauan usai kudeta militer. Otoritas India menyebut beberapa warga Myanmar di antaranya dipulangkan setelah nekat menyeberangi perbatasan kedua negara.

Seperti dilansir, Kamis (11/3), pasukan keamanan Myanmar meningkatkan pengerahan kekerasan dalam menghadapi demonstran antikudeta, dengan nyaris 2 ribu orang ditangkap dan lebih dari 60 orang tewas.

Mereka yang nekat menyeberangi perbatasan dan masuk ke wilayah India, khususnya Mizoram, mencakup polisi dan pejabat yang menolak mematuhi perintah militer Myanmar. Diketahui bahwa India berbagi perbatasan darat dengan Myanmar, terutama di sepanjang Sungai Tiau.

Dituturkan kepala desa Farkawn, Ramliana, di India bahwa sedikitnya 85 warga Myanmar kini menunggu di perbatasan untuk masuk ke wilayah desanya. Dia menuturkan kepada AFP bahwa otoritas setempat sedang memeriksa apakah warga-warga Myanmar itu memiliki izin melintasi perbatasan, sebelum memperbolehkan mereka masuk.

Ramliana menyatakan bahwa warga desa mengirimkan lima karung beras dan satu karung dal kepada warga Myanmar yang menunggu di perbatasan.

Secara terpisah, seorang ketua dewan distrik Serchhip, K Lalngaizuala, menyatakan bahwa jumlah pasti warga Myanmar yang menyeberang ke wilayah belum bisa dikonfirmasi. "Kami bersiap karena lebih banyak lagi mungkin segera datang," ucapnya kepada AFP.

Sementara Assam Rifles, pasukan paramiliter nasional yang beroperasi di India bagian timur laut, menyebut delapan dari 136 orang yang telah melintasi perbatasan 'telah dikembalikan' ke Myanmar.

Tidak disebutkan lebih jelas apakah mereka yang dipulangkan berasal dari kepolisian Myanmar atau warga sipil. Pekan lalu, otoritas Myanmar meminta India memulangkan delapan polisi yang kabur ke negara itu.

Dituturkan Assam Rifles bahwa distrik Siaha di Mizoram menerima gelombang eksodus terbesar, dengan sedikitnya 101 warga Myanmar kabur ke wilayah itu.

"Orang-orang Myanmar ini termasuk warga sipil serta personel Kepolisian dan Dinas Pemadam Kebakaran Myanmar," tutur Assam Rifles dalam pernyataannya.

Gelombang warga Myanmar yang kabur ke India ini terjadi saat puluhan pengungsi Rohingya yang terlebih dulu kabur dari Myanmar ke India, ditahan setelah ketahuan tinggal secara ilegal di wilayah Jammu dan Kashmir. Pengungsi Rohingya yang ditangkap akan dideportasi ke Myanmar.

Kelompok HAM setempat, Kampanye Nasional Melawan Penyiksaan, yang berkantor di New Delhi, menyerukan agar pemerintah India tidak memulangkan warga Myanmar dan memberikan bantuan kemanusiaan kepada mereka.

"Mereka yang telah memasuki India memiliki hak untuk hidup sebagaimana dijamin oleh konstitusi India," tegas Suhas Chakma dari Kampanye Nasional Melawan Penyiksaan.

India yang tengah menjalin hubungan lebih dekat dengan Myanmar untuk menangkal pengaruh China, sejauh ini tidak mengecam kudeta militer di negara tetangganya. Namun Duta Besar India untuk Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB), TS Tirumurti, menyebut pencapaian demokrasi Myanmar dalam beberapa tahun terakhir 'tidak seharusnya dirusak'. (detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Tag:Kudeta
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com