Ketegangan Memanas, Israel Ancam Hancurkan Pertahanan Udara Suriah

* Pemberontak Lancarkan Serangan Kejutan di Damaskus

312 view
Ketegangan Memanas, Israel Ancam Hancurkan Pertahanan Udara Suriah
SIB/AP Photo
Sejumlah pengungsi anggota keluarga pejuang oposisi menaiki bus untuk meninggalkan pemukiman al-Waer, mengungsi ke kota perbatasan Turki di Homs, Suriah. Pertempuran besar mengguncang distrik timur Damaskus, Suriah, setelah pemberontak melakukan serangan
Suriah (SIB)- Serangan pesawat nirawak (drone) Israel ke Kota Khan Arnabeh, Suriah, dilaporkan menewaskan seorang anggota militan pendukung Presiden Bashar al-Assad, Minggu (19/3) sore. Peristiwa ini terjadi di tengah ketegangan kedua negara yang kembali memanas setelah jet tempur Israel menerobos masuk dan menyerang wilayah dekat Kota Palmyra, Kamis pekan lalu.

Laporan serangan tersebut juga mengemuka beberapa jam setelah Menteri Pertahanan Israel Avigdor Liberman mengancam pasukannya akan menghancurkan sistem pertahanan udara Suriah jika mencoba menembak pesawat Israel lagi. Ancaman dilontarkan setelah Suriah menembakkan peluru kendali anti-pesawat terhadap sejumlah jet tempur Israel pada Kamis malam lalu.

Pemerintahan Assad menyatakan jet tempur tersebut menghancurkan situs militer dekat Kota Palmyra, sementara Tel Aviv menyebut serangan dilakukan untuk mengincar konvoy pengiriman senjata kepada militan Hizbullah di Libanon. Ini adalah insiden paling serius antara kedua negara, yang secara teknis masih dalam keadaan berperang, sejak konflik sipil Suriah mencuat enam tahun lalu.

Kelompok pengamat Syrian Observatory for Human Rights menuturkan, serangan drone Israel itu mengenai satu truk yang tengah berjalan menuju Damaskus di dekat Kota Khan Arnabeh dan menewaskan sang pengendara.

The National Defense Force, kelompok militan pendukung Assad, mengklaim pengendara tersebut merupakan salah satu jajaran anggotanya yang bernama Yasser Hussien Assayed. "The National Defense Force berduka atas berita kematian salah satu pejuang kebanggaan kita, Yasser Gussein Assayed," ungkap kelompok itu melalui Facebook-nya. Diberitakan Times of Israel, mereka turut mengunggah sejumlah gambar truk yang hancur terbakar. Kelompok itu juga membenarkan bahwa truk tersebut hancur oleh sarangan drone Israel.

Di sisi lain, kantor berita Libanon, NBN, melaporkan bahwa pria yang tewas itu adalah seorang komandan pertahanan udara Suriah. Padahal, laporan lain mengatakan bahwa Assayed hanya warga sipil biasa.

Sementara itu, menurut sumber Suriah kepada surat kabar Palestina al Quds, tentara Assad juga mengusir satu drone Israel di Provinsi Quneitra. Pasukan pertahanan Israel (IDF) tidak menampik maupun mengonfirmasi laporan tersebut.

Lancarkan Serangan Kejutan
Pertempuran besar mengguncang distrik timur Damaskus, Suriah, setelah pemberontak melakukan serangan kejutan terhadap pasukan pemerintah untuk menerobos masuk ke pusat kota, Minggu (19/3). Serangan dilakukan hanya selang beberapa hari setelah perundingan damai terbaru digelar PBB di Jenewa untuk mengakhiri perang yang sudah berlangsung selama hampir enam tahun ini.

Pemberontak dan pasukan pemerintah telah menyepakati gencatan senjata di seluruh penjuru negeri pada Desember lalu, tapi pertempuran tetap berlangsung di banyak wilayah Suriah, termasuk di Damaskus. Bombardir artileri dan letusan senapan penembak jitu terus terdengar di penjuru Damaskus seiring serangan dilakukan oleh faksi Front Fateh al-Sham yang sempat bersekutu dengan Al-Qaidah ini di bagian timur Ibu Kota.

Serangan dimulai dengan "dua bom mobil dan sejumlah serangan bom bunuh diri" di distrik Jobar, kata Rami Abdel Rahman, kepala Syrian Observatory for Human Rights sebagaimana dikutip AFP. Pemberontak menguasai sejumlah bangunan di Jobar dan merangsek ke Abbasid Square yang berada tak jauh dari lokasi tersebut, merebut sebagian dari stasiun bus sebelum akhirnya dipukul mundur, kata dia. "Setelah pasukan oposisi sempat merangsek jauh, pihak pemerintah yang sempat terkejut akhirnya bisa melakukan serangan balasan," ujarnya.

Televisi pemerintah, mengutip sumber militer, mengatakan tentara "memperangkap kelompok teroris yang terkempung di zona industrial di tepi utara Jobar." Ketika matahari terbenam, pemberontak memusatkan serangannya ke Qabun, distrik di timur laut yang beberapa munggu belakangan ini dibombardir habis-habisan oleh pasukan pendukung Presiden Bashar al-Assad. "Pemberontak ingin menghubungkan teritorinya di Jobar dengan Qabun untuk memecah kepungan pasukan pemerintah di sana," kata Abdel Rahman menambahkan. (AFP/CNNI/f)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com