Korsel Siap Bayar Pasukan AS di Semenanjung Korea


168 view
(foto: dok).
Pasukan AS memberikan penghormatan pada upacata pembukaan gedung baru pasukan AS-Korea Selatan di Kamp Humphreys, Pyeongtaek, Korea Selatan Juni tahun lalu 
Seoul (SIB)
Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan Korea Selatan telah mencapai kesepakatan tentang kontribusi biaya Seoul untuk kehadiran pasukan AS di semenanjung Korea. Hal itu disampaikan seiring kedua negara memulai latihan militer gabungan tahunan.
Seperti dilansir AFP, Senin (8/3) masalah pembayaran pasukan AS tersebut telah mengganggu aliansi keamanan kedua sekutu itu di bawah mantan presiden Donald Trump. Trump berulang kali menuduh Korea Selatan menerima kehadiran pasukan AS secara gratis.

Diketahui, AS menempatkan 28.500 tentara di Korea Selatan untuk mempertahankan sekutunya itu dari persenjataan nuklir Korea Utara, yang menginvasi pada tahun 1950. Kondisi Korsel dan Korut menjadi bagian penting dari pengerahan pasukan AS di Asia.
Namun negosiasi mengenai pendanaan telah terhalang setelah Trump meminta Korsel membayar miliaran dolar. Awalnya, Trump menuntut US$ 5 miliar per tahun - meningkat lebih dari lima kali lipat. Dalam kesepakatan sebelumnya yang berakhir pada akhir 2019, Seoul membayar Washington sekira US$ 920 juta setiap tahun.

Kementerian Luar Negeri Korea Selatan mengatakan kedua pihak telah mencapai kesepakatan, tanpa menyebutkan jumlah yang disepakati. "Pemerintah akan menyelesaikan kesenjangan yang telah berlangsung selama lebih dari satu tahun melalui penandatanganan kesepakatan yang cepat," katanya dalam pernyataan.

Kesepakatan baru ini masih harus disetujui oleh badan legislatif Korea Selatan. Presiden AS Joe Biden telah berjanji menghidupkan kembali aliansi AS untuk melawan tantangan yang ditimbulkan oleh Rusia, China, Iran dan Korea Utara. "Aliansi Amerika adalah sumber kekuatan kami yang luar biasa," kata Departemen Luar Negeri AS dalam tweet. Namun AS tidak menyebutkan berapa banyak yang akan dibayar Korea Selatan.

Kesepakatan itu dicapai saat kedua pihak memulai latihan militer tahunan mereka pada hari Senin (8/3). Skala latihan militer ini telah diperkecil dari level biasanya akibat pandemi Covid-19, tanpa keterlibatan pasukan fisik skala besar. Latihan militer yang akan berlangsung 9 hari itu mungkin akan memicu kemarahan Korea Utara, yang telah lama menganggap latihan semacam itu sebagai latihan untuk invasi. (AFP/dtc/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Tag:Korsel
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com