Korut-Korsel Bertemu untuk Kurangi Ketegangan Militer

* Intelijen AS Temukan Korut Sedang Membuat Rudal Balistik Baru

212 view
Panmunjom (SIB) -Pejabat militer Korea Utara dan Korea Selatan bertemu di Desa Gencatan Senjata Panmunjom pada Selasa (31/7) pagi demi mendiskusikan upaya mengurangi aktivitas permusuhan di perbatasan.

Delegasi kedua negara bertemu di Rumah Perdamaian sekitar pukul 10.00 waktu lokal. Kepala delegasi Korsel, Mayor Jenderal Kim Do-gyun, mengatakan pertemuan tersebut dilakukan untuk membahas upaya kedua negara mengurangi ketegangan militer dan aktivitas permusuhan di perbatasan.

"Melalui pertemuan ini, kami ingin memaksimalkan usaha untuk mengurangi ketegangan militer antara kedua Korea dan menghasilkan langkah-langkah praktis untuk membangun rasa saling percaya," ujar Kim Do-gyun kepada wartawan sebelum berangkat ke Panmunjom.

Pengurangan ketegangan, paparnya, dilakukan sebagai salah satu implementasi Deklarasi Panmunjom yang telah disepakati Presiden Moon Jae-in dan pemimpin tertinggi Korut, Kim Jong-un, pada April lalu.

Pertemuan antara pejabat militer ini merupakan yang kedua kali setelah tatap muka perdana bulan lalu gagal menghasilkan kesepakatan signifikan mengenai langkah membangun kepercayaan dan pengurangan senjata di perbatasan.

Dikutip The Strait Times, sejumlah pihak berharap kedua delegasi akan membahas penarikan pasukan dan peralatan dari zona demiliterisasi (DMZ) perbatasan kedua negara. Penarikan pasukan dianggap upaya mengubah simbol DMZ yang semula dipenuhi pengamanan ketat militer menjadi simbol perdamaian kedua Korea. Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Nasional mengatakan rencana penarikan pasukan tengah dipertimbangkan "atas dasar percobaan" sampai penarikan total memungkinkan.

Dalam pertemuan hari ini, Kim Do-gyun ditemani oleh sejumlah pejabat Kementerian Pertahanan Nasional, pejabat Kantor Kepala Staf Militer Gabungan, Kementerian Unifikasi, dan Kantor Kepresidenan Korsel. Sementara itu, dari pihak Korut, Letnan Jenderal An Ik San hadir sebagai kepala delegasi yang didampingi oleh sejumlah pejabat militer angkatan darat dan angkatan laut.

Membuat Rudal Balistik Baru
Sementara itu, Badan-badan intelijen Amerika Serikat menemukan bahwa Korea Utara (Korut) sedang membuat rudal-rudal balistik baru. Temuan ini didasarkan pada foto-foto satelit yang diambil pada beberapa pekan terakhir serta bukti-bukti baru lainnya.

Menurut para pejabat AS yang familiar dengan informasi tersebut seperti dilansir media Washington Post, Selasa (31/7), Pyongyang tampaknya mengembangkan setidaknya satu atau dua rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar cair. Ini dilakukan hanya beberapa pekan setelah pertemuan puncak antara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korut Kim Jong-Un.

Pejabat-pejabat AS itu mengatakan, aktivitas tersebut terjadi di pabrik di Sanumdong, pinggiran Pyongyang, yang juga memproduksi ICBM pertama Korut yang bisa menjangkau wilayah Amerika Serikat. Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa Pyongyang tak lagi menjadi ancaman nuklir, menyusul pertemuannya dengan Kim Jong-Un di Singapura pada Juni lalu.

Washington Post melaporkan, citra satelit dari National Geospatial-Intelligence Agency menunjukkan bahwa pekerjaan pembuatan setidaknya satu ICBM Hwasong-15 tengah berlangsung di pabrik Sanumdong. Tampak sejumlah kendaraan hilir-mudik di tempat itu. "Kami melihat mereka akan bekerja, sama seperti sebelumnya," tutur seorang pejabat AS kepada The Post.

Pada akhir Juni, media AS merilis laporan berdasarkan bocoran intelijen berisi indikasi bahwa Korut masih menggencarkan proyek di lokasi pengayaan nuklir. Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo pekan lalu juga mengatakan kepada para senator bahwa pabrik-pabrik Korut "masih memproduksi material fisil" yang digunakan untuk membuat senjata nuklir. (Washingtonpost/dt/CNNI/d)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com