Misi WHO di Wuhan Segera Rilis Laporan Asal-usul Covid-19


162 view
Foto: AP Photo
Tim WHO saat selidiki asal-usul COVID-19 di Wuhan
Jenewa (SIB)
Laporan yang sangat ditunggu-tunggu dari misi internasional ke Wuhan untuk menyelidiki asal-usul Covid-19 akan dirilis pekan ini. Perilisan dilakukan setelah adanya tekanan kuat dari Amerika Serikat (AS) dan China atas hasil temuan tersebut.

Seperti dilansir, Senin (15/3) sejak kasus infeksi Corona pertama muncul di China pada 2019, pandemi Covid-19 telah menewaskan lebih dari 2,6 juta orang dan menghancurkan ekonomi global. Dalam waktu 15 bulan, dikembangkan sejumlah vaksin untuk melawan virus tersebut - tetapi misteri terkait asal-usul Covid-19 masih belum terpecahkan.

Pada Januari lalu, tim ahli Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) akhirnya mengunjungi Wuhan untuk memulai penyelidikan selama sebulan di lapangan. Misi WHO bertujuan untuk menemukan petunjuk tentang bagaimana virus awalnya berpindah dari hewan ke manusia.

Sekarang, usai sebulan tim WHO meninggalkan Wuhan, mereka bersiap merilis temuan mereka - yang seharusnya membantu mengidentifikasi jalur yang paling mungkin, sambil menurunkan hipotesis lain yang kurang mungkin.

Meskipun para pemimpin global menginginkan jawaban segera, mengungkap asal muasal epidemi membutuhkan waktu - dan terkadang tidak pernah ditemukan.

Namun, para anggota misi, yang berasal dari berbagai bidang dan disiplin ilmu, optimis.

"Saya yakin kami akan segera mengetahuinya. Dalam beberapa tahun ke depan, kami akan memiliki data signifikan yang nyata tentang dari mana asalnya dan bagaimana kemunculannya," kata ahli zoologi Inggris, Peter Daszak, yang juga merupakan salah satu anggota tim WHO, Rabu (10/3).

Sebelumnya, para ahli percaya bahwa SARS-CoV-2, virus Corona baru yang menyebabkan Covid-19, awalnya berasal dari kelelawar dan masuk ke manusia melalui hewan perantara. Namun, sampel dari puluhan ribu hewan liar, domestik, dan hewan ternak di wilayah tersebut tidak menunjukkan jejak virus.

Para ilmuwan juga tidak yakin di mana dan kapan wabah dimulai, meskipun kasus Wuhan tetap yang paling awal diketahui.
Konon, misi WHO tersebut telah menghasilkan sejumlah hipotesis.

"Ada saluran (kembali) dari Wuhan ke provinsi-provinsi di China selatan di mana virus terkait dengan SARS-CoV-2 ditemukan pada kelelawar," kata Daszak pada acara yang diselenggarakan oleh lembaga think-tank Chatham House Inggris, pekan lalu.

"Ini menyediakan tautan dan jalur di mana virus dapat secara meyakinkan menyebar dari satwa liar ke manusia atau hewan yang dibudidayakan di wilayah tersebut dan kemudian dikirim ke pasar. Itu adalah petunjuk yang sangat penting," imbuhnya.

Tim WHO juga tidak mengesampingkan penularan melalui daging beku - paket makanan beku impor yang menjadi teori di Beijing.

Ahli virologi Belanda, Marion Koopmans, yang juga anggota tim, mengatakan bahwa sementara penularan virus berpotensi terjadi melalui orang yang terinfeksi akibat menyentuh produk makanan beku, "kemungkinan besar asalnya bukan di luar kemasan".

Namun, dia dan koleganya mengatakan daging beku liar dari provinsi tetangga tetap menjadi "pilihan yang sangat valid".

Dugaan kebocoran laboratorium dari Institut Virologi Wuhan - hipotesis yang dipromosikan oleh pemerintahan mantan presiden AS Donald Trump - adalah "yang paling kecil kemungkinannya dalam daftar hipotesis kami", kata Koopmans.

Menghadapi banyak kecurigaan yang terus membayangi misi tersebut, Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus bersikeras bahwa semua hipotesis tetap akan dibahas dan menjanjikan transparansi atas laporan tersebut. (Detikcom/c)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com