PM Thailand Puji Kemajuan, Tidak Ingin Terus Berkuasa


290 view
Bangkok (SIB)- Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha, Jumat, memuji kinerja pemerintahannya dan mengatakan perubahan konstitusi, yang mendapat banyak kritikan, diperlukan untuk menarik Thailand keluar dari krisis politik bertahun-tahun.

Dalam pidato di televisi memperingati enam bulan ia dipilih parlemen menjadi perdana menteri, Prayuth mengatakan pemerintahannya tetap pada rencana mengembalikan pemerintahan demokratis dan bahwa para jenderal tidak menyalahgunakan kekuasaan.

"Semua kerangka waktu yang yang telah saya tetapkan, saya tidak pernah menyimpang darinya," kata Prayuth, yang memimpin kudeta pada Mei 2014 untuk menggulingkan pemerintahan Yingluck Shinawatra setelah aksi unjuk rasa selama enam bulan.

"Saya tidak ingin terus berkuasa... Saya tidak pernah menerima keuntungan apapun, hanya beberapa pujian dan banyak kritikan," katanya.

Prayuth mendapat kecaman dari kelompok hak asasi manusia dan Perserikatan Bangsa-Bangsa karena menggunakan pengadilan militer, mengancam lawan dan media, serta membolehkan penahanan tanpa dakwaan.

Darurat militer sudah digantikan bulan ini dengan pasal 44 konstitusi sementara buatan junta, yang menurut para kritikus bersifat lebih otoriter.

Ia menolak kritikan tersebut dan mengatakan bahwa undang-undang itu diperlukan untuk kebaikan birokrasi. Pemerintah asing, kata dia, memahami situasi sulit di Thailand.

"Mereka tidak khawatir," katanya dalam pidato sepanjang 90 menit itu. "Mereka hanya minta kita menggelar pemilu segera," katanya.

Pemilu yang awalnya dijadualkan pada 2015 diundur menjadi 2016 sementara para perwakilan yang ditunjuk junta menyusun konstitusi baru, yang menurut Prayuth perlu ditata ulang.

Konflik rumit di Thailand menghadapkan kelompok yang setia pada kerajaan didukung militer, dengan mesin politik jutawan Thaksin Shinawatra yang berada dalam pelarian - saudara laki-laki Yingluck - yang partainya selalu memenangi pemilu sejak 2001 dengan dukungan dari penduduk kawasan pedalaman. (Ant/Rtr/q)
Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com