Pakar Terkemuka AS Khawatirkan Lonjakan Corona Usai Musim Liburan


168 view
Foto: BBC World
Ilustrasi 
Washington DC (SIB)
Pakar medis terkemuka Amerika Serikat (AS), Dr Anthony Fauci, memperingatkan bahwa yang terburuk dari pandemi virus Corona (Covid-19) belum datang. AS disebut ada di 'titik kritis' saat perjalanan musim liburan berpotensi semakin menyebarkan Corona.

"Saya berbagi kekhawatiran Presiden terpilih (Joe) Biden bahwa saat kita memasuki beberapa pekan ke depan, situasinya mungkin benar-benar menjadi lebih buruk," ucap Fauci yang merupakan pakar penyakit menular AS, Senin (28/12).

Pernyataan itu disampaikan Biden pekan lalu, dengan menyatakan bahwa 'hari-hari terkelam ada di depan kita -- bukan di belakang kita'.

Sama seperti Fauci, Surgeon General AS, Jerome Adams, juga menyatakan dirinya 'sangat mengkhawatirkan' soal lonjakan kasus Corona pasca-musim liburan.

Perjalanan musim liburan di AS tahun ini menurun secara substansial namun tetap signifikan. Menurut Badan Keamanan Transportasi (TSA), perjalanan udara di AS rata-rata mencapai 1 juta penumpang setiap hari selama enam hari berturut-turut sepanjang pekan lalu.

Setelah liburan Thanksgiving bulan lalu, kasus Corona di AS melonjak tajam pada Desember ini, dengan lebih dari 200 ribu kasus baru dan lebih dari 3 ribu kematian tercatat setiap harinya.

Dengan unit perawatan intensif di banyak rumah sakit semakin mendekati kapasitas maksimumnya, Fauci menegaskan kembali bahwa AS mungkin menghadapi 'gelombang lonjakan demi lonjakan' kasus Corona.

Namun, dengan vaksin Corona yang telah didistribusikan ke berbagai wilayah--yang pertama-tama diberikan kepada tenaga medis dan mereka yang berada di fasilitas perawatan jangka panjang--warga AS akhirnya melihat secercah harapan.

Tapi tetap saja, pengiriman awal vaksin Corona meleset dari apa yang dijanjikan pemerintah federal AS. Gubernur Michigan, Gretchen Witmer, masuk dalam daftar pejabat publik yang kritis terhadap proses distribusi vaksin Corona.

Sedikitnya 2 juta warga AS telah mendapatkan suntikan dosis pertama vaksin Corona sejauh ini. Angka ini masih di bawah target pemerintahan Presiden Donald Trump yang sebelumnya menyebut 20 juta orang divaksinasi Corona hingga akhir tahun.

Namun Fauci menyebut kekurangan semacam itu sebagai hambatan wajar dalam proyek yang sangat ambisius semacam ini.
"Setiap kali Anda meluncurkan program besar ... seperti ini, pada awalnya selalu dimulai dengan lambat dan kemudian mulai mendapatkan momentum," tutunya kepada CNN.

Ditegaskan Fauci bahwa dirinya 'cukup yakin' bahwa pada April tahun depan, semua orang dengan prioritas lebih tinggi akan bisa divaksinasi, sehingga membuka jalan bagi masyarakat umum.

Sementara Amerika Serikat (AS) mencatat lebih dari 19 juta kasus virus Corona (Covid-19) pada Minggu (27/12) waktu setempat. Lonjakan 1 juta kasus Corona tercatat dalam waktu kurang dari sepekan di AS.

Data penghitungan terbaru Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global, menunjukkan AS mencatat tambahan 165.151 kasus Corona dalam 24 jam terakhir.

Dengan tambahan itu, maka total 19.129.368 kasus Corona kini tercatat di wilayah AS.
Angka tersebut dicapai AS hanya dalam waktu 6 hari setelah negara itu melampaui total 18 juta kasus Corona.
Data JHU juga menunjukkan bahwa total 333.110 kematian akibat Corona kini tercatat di AS.

Untuk total kasus dan kematian akibat Corona, AS masih mencatat angka tertinggi di dunia dibandingkan negara-negara lainnya.
Jumlah kasus Corona di AS melonjak ke level mengkhawatirkan dalam beberapa bulan terakhir. Menurut penghitungan AFP dari data JHU, sedikitnya 1 juta kasus baru tercatat setiap pekan di AS, sejak awal November lalu.

Pada Sabtu (26/12) waktu setempat, JHU menghitung satu dari 1.000 orang di AS telah meninggal akibat Corona.
Sejauh ini, lebih dari 1 juta warga AS telah menerima suntikan dosis pertama vaksin Corona, dalam program vaksinasi terbesar dalam sejarah AS. Namun otoritas AS mengakui bahwa kecepatan vaksinasi Corona meleset dari jadwal. Selain itu, vaksin Corona tidak akan membantu mencegah lonjakan kasus.

Pakar penyakit menular terkemuka AS, Dr Anthony Fauci, memperingatkan bahwa yang terburuk dari pandemi masih belum datang, yang akan membawa AS ke dalam 'titik kritis' saat maraknya perjalanan liburan menyebarkan virus Corona. (Detikcom/d)
Penulis
: Redaksi
Sumber
: Hariansib edisi cetak
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com