Pemimpin Senior Al-Qaeda Tewas dalam Serangan di Afganistan


390 view
Afghanistan (SIB)- Pihak militer Amerika Serikat memastikan kematian Farouq al-Qahtani, seorang pemimpin senior kelompok teroris Al-Qaeda. Farouq al-Qahtani tewas dalam serangan menggunakan pesawat tanpa awak (drone) di wilayah Afganistan, pada Oktober lalu. Diberitakan BBC, Qahtani yang lahir di Arab Saudi dimasukkan dalam daftar teroris yang paling dicari oleh AS, sejak Februari lalu.

Dia disebut sebagai salah satu anggota senior Al-Qaeda yang melawan AS. Pria yang merupakan warga negara Qatar ini juga dituduh terlibat dalam perencanaan serangan ke Eropa.

Sementara, Jurubicara pemerintah Afghanistan Abdul Ghani Mosamem mengatakan 15 pemberontak tewas dalam  operasi 23 Oktober lalu di Provinsi Kunar. Mereka yang tewas termasuk dua warga Arab dan beberapa milisi Taliban Pakistan.

Sementara itu, Maghreb (AQIM), satu kelompok di Mali yang terafiliasi dengan grup teroris Al-Qaeda, meluncurkan rekaman video yang menggambarkan eksekusi mati dua warga Mali. Kedua orang itu dicurigai bekerja sama dengan pasukan anti-teroris Prancis yang bertugas di negara tersebut.

Sejak Januari 2013, Prancis menerjunkan pasukan militer ke Mali untuk menumpas kelompok teroris, termasuk kelompok yang membuat rekaman video itu, Maghreb. Diberitakan AFP, selama ini Maghreb menguasai kota-kota di kawasan utara negara itu.

Dalam gambar-gambar yang dirilis Jumat malam, terlihat eksekusi terhadap dua laki-laki. Keduanya diidentifikasi bernama Mohamed Ould Beih dan El-Hussein Ould Badi.

Keduanya disebut sebagai informan yang dibayar pasukan Prancis untuk menunjukkan keberadaaan pasukan maupun persenjataan para teroris. Badi juga dituduh bekerja untuk Negara Mauritania dalam menyediakan informasi intelijen tentang kelompok garis keras di Libya.

Kedua pria itu ditembak mati di hadapan kelompok bersenjata di hadapan kelompok warga nomaden. Setelah itu mereka pun mengumandangkan peringatan bahwa kejadian serupa bakal terjadi terhadap mereka yang menjual informasi.

Video yang diberi judul "Traitors 2" dirilis oleh sayap media AQIM, Andalus. Dengan demikian isi dari publikasi itu diyakini memiliki kredibilitas yang kuat. Tayangan kejam ini muncul bak lanjutan dari video serupa bertajuk "Traitors" yang dirilis pada Desember 2015.

Di dalam rekaman tersebut terlihat dua warga Mali dan seorang warga Mauritania dibunuh dengan alasan yang sama. Eksekusi pun dilakukan di depan umum. Sementara dalam video terbatu, lelaki yang dibunuh berasal dari Timbuktu, di utara Mali. Namun lokasi eksekusi tidak diungkap. (BBCI/kps.com/c)

Tag:
Segala tindak tanduk yang mengatasnamakan wartawan/jurnalis tanpa menunjukkan tanda pengenal/Kartu Pers hariansib.com tidak menjadi tanggungjawab Media Online hariansib.com Hubungi kami: redaksi@hariansib.com